Di Ditlantas Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya, tim Propam mengamankan S, seorang pengusaha biro jasa dan I, seorang polwan. Uang Rp 350 juta dan satu tas dokumen, turut diamankan. Sembilan orang diperiksa dalam kasus ini.
Sementara di Ditlantas Polda Jawa Timur, seorang bintara tinggi, Ajun Inspektur Satu (Aiptu) B diamankan. Tim Propam yang menggerebek Samsat Manyar, juga memeriksa dua perwira yakni A dan R.
Bagaimana pelayanan di Ditlantas Polda Metro setelah digerebek Propam Polri? Yuk kita intip.
Gedung bernuansa biru putih itu tampak mencolok di kompleks Polda Metro Jaya di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan. Gedung dengan tulisan Direktorat Lalu Lintas di bagian atas dinding mukanya itu ramai di datangi orang.
Hari sudah siang. Ratusan orang berbaris membentuk antrean di teras gedung. Meja panjang ditempatkan di samping pintu masuk pengantre yang tiba gilirannya di muka meja ini diminta memperlihatkan sejumlah dokumen. Setelah petugas memeriksa kelengkapan dokumen, pengantre dipersilakan masuk ke dalam gedung.
Di balik pintu, dua pria berkemeja putih lengan panjang memberikan tanda pengenal tamu kepada setiap orang yang masuk. Melewati pintu, panas di kulit akibat sinar matahari langsung sirna diterpa udara sejuk yang diembuskan mesin air conditioner (AC).
Lurus dari pintu masuk terdapat meja resepsionis dan informasi berwarna cokelat kayu. “Melindung, Mengayomi dan Melayani Masyarakat.†Semboyan itu dipasang di dinding di belakang meja resepsionis. Tulisannya tampak mencolok karena ukurannya besar dan mengkilat, terbuat dari stainless steel.
Di samping kanan dan kiri meja resepsionis terdapat loket-loket. Ratusan orang hilir mudik di lantai dasar gedung Ditlantas Polda Metro Jaya ini. Deretan bangku di tempatkan di depan loket untuk pengantre.
Sesekali terdengar suara petugas dari dalam loket memanggil nama orang melalui alat pengeras. Orang yang dipanggil nama langsung menghadap ke loket.
Seorang pria berusia lanjut terlihat mengantre di kursi yang kosong. Ia mengisi formulir. Tas tebal menjadi bantalan menulis. Mengenakan kaca mata, pria ini tampak teliti dan hati-hati mengisi setiap kolom di formulir. “Lagi mau ngurus balik nama,†ujar Tarno.
Pria berusia 61 tahun itu mengaku karyawan semua koperasi yang berdomisili di Cengkareng, Jakarta Barat. “Saya sering mengurus surat-surat, BPKB, balik nama di sini,†ungkapnya.
Tarno mengatakan sudah pensiun sejak 2007. Namun bekas tempatnya bekerja masih membutuhkan tenaganya. Ia pun kembali dipekerjakan. Tugasnya mengurusi kendaraan di kantor. Termasuk surat-suratnya.
Kerap bolak-balik ke Ditlantas Polda Metro Jaya, Tarno kerap diminta tolong teman maupun tetangga untuk mengurus surat-surat kendaraan. “Kalau ada yang meminta tolong, ya saya tidak menetapkan tarif, paling ongkos saya saja mereka ganti dan tentu biaya administrasi pengurusan di sini,†ujar dia.
Menurut dia, pelayanan di Ditlantas Polda Metro semakin baik. Pengurusannya cepat. “Sepanjang pengalaman saya berkali-kali ke sini, saya urus sendiri. Tidak ada calo, dan juga tidak ada minta-minta uang,†katanya.
Lantaran pengurusannya mudah dan cepat, Tarno tak pernah menggunakan biro jasa. “Tak ada yang berbelit-belit. Bayar uang administrasinya juga sesuai dengan yang tertera,†katanya.
Ia menceritakan suatu hari pernah mengurus balik nama kendaraan. Selama ini kebiasaan kalau ingin cepat jadi, perlu memberikan uang pelicin. Ia pun menyelipkan sejumlah uang.
“Dua kali saya pernah selipkan uang di bawah map surat-surat saya. Tetapi petugasnya tidak mau. Saya merasa malu sendiri, dan saya minta maaf atas perbuatan saya itu. Petugasnya tersenyum saja, dan meminta agar tidak melakukannya lagi,†ujar Tarno.
Pengakuan berbeda disampaikan Ismed yang juga hendak mengurus balik nama kendaraan bermotor. Menurut dia, masih ada satu-dua oknum petugas orang yang “iseng†meminta pelicin. Permintaan itu tak disampaikan secara terang-terangan. Namun melalui kode-kode.
“Sebelum-sebelumnya wah sama saja. Tetap ada calo, ada uang-uang pelicin. Nih sekarang saja sudah baik pelayanannya. Ya semoga seterusnya tetap baik pelayanan,†ujar pria yang bertubuh tinggi dan berkulit gelap itu.
Ia menjelaskan, untuk mengurus balik nama butuh waktu tiga hari. “Sebab harus melalui beberapa tahapan, mulai dari cek fisik kendaraan, kemudian mengurusi ke TU (tata usaha) dan tiga hari lagi datang untuk mengambilnya,†ujar Ismed.
Ismed berharap pelayanan seperti ini bisa dipertahankan. “Alhamdulillah sudah tidak sesulit dulu, sekarang memang sudah lebih baik,†akunya.
Loket-loket pelayanan tak hanya di lantai satu. Naik ke atas juga terlihat sejumlah loket. Suasana di depan loket-loket pelayanan ini ramai sampai pukul empat sore.
Mengenai operasi yang dilakukan Propam Polri di Ditlantas Polda Metro Jaya, Kepala Humas Polri Irjen Ronny Sompie mengemukakan tidak menemukan bukti adanya dugaan suap. S, pengusaha biro jasa belakangan dilepas.
Dicopot, Eks Pejabat Ditlantas Dilempar ke Indonesia TimurSetelah Propam Mabes Polri melakukan operasi bersih-bersih di Ditlantas Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Timur, Kapolri Sutarman mengatakan akan melakukan evaluasi di jajaran itu.
“Kasubnit-nya, Kabag, Kasat-nya, Wadir-nya sampai Dir-nya harus bertanggung jawab,†warning Sutarman.
Kapolri mengingatkan agar tak ada pungutan di luar ketentuan yang berlaku dalam pelayanan di Ditlantas. “Kalau masih ada, kita tangkap. Kita ganti semua,†tegasnya.
Tak lama keluar Telegram Rahasia Nomor ST/977/V/2014 tertanggal 2 Mei 2014. Isinya pergantian semua pejabat di Ditlantas Polda Metro maupun Jawa Timur.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Komisaris Besar Nurhadi Yuwono dimutasi menjadi Analis Kebijakan Madya Bidang PJR Korlantas Polri.
Wakilnya, Ajun Komisaris Besar Sambodo Purnomo Yogo “dilempar†menjadi Pamen Polda Maluku.
Kepala Registrasi dan Identifikasi (Regident) Ditlantas Polda Metro Ajun Komisaris Besar Latif Usman dimutasi menjadi Pamen Polda Malut. Komisaris Iwan Saktiadi kehilangan jabatannya sebagai Kepala Seksi BPKB Ditlantas Polda Metro. Dia dimutasi menjadi Pamen Polda Sultra. Nasib serupa menimpa Komisaris Adi Benny Cahyono yang dicopot dari jabatan Kepala Seksi STNK Ditlantas Polda Metro.
Sementara Dirlantas Polda Jatim Komisaris Besar Rahmat digeser ke pos Analis Kebijakan Madya Bidang PJR Korlantas Polri. Wakil Dirlantas Ajun Komisaris Besar Agus Santoso di-pamen-kan di Polda Nusa Tenggara Timur.
Kepala Rregident Ditlantas Polda Jatim AKB Ade Safri Simanjuntak dimutasi menjadi Pamen Polda Papua. Kompol Ahrie Sonta juga kehilangan jabatannya sebagai Kasi BPKB Ditlantas Polda Jatim. Ia dipindah menjadi Pamen Polda Sulteng.
Hal yang sama menimpa Kompol Ronny Tri Praseto Nugroho. Kasi STNK Ditlantas Polda Jatim itu digeser menjadi Pamen Polda Gorontalo. ***