Dalam pertemuan tersebut, kedua negara melaksanakan pertukaran informasi serta pandangan strategis terkait perkembangan keamanan di kawasan, termasuk analisa potensi kerawanan terorisme dari dampak konflik di kawasan Timur Tengah.
Asintel Panglima TNI menegaskan bahwa kompleksitas ancaman keamanan saat ini membutuhkan penguatan kerja sama intelijen.
“Pertukaran informasi yang cepat dan akurat, serta peningkatan kepercayaan antar-lembaga dalam menghadapi berbagai ancaman transnasional membutuhkan kerja sama,” kata Asintel Panglima TNI dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Jumat, 19 Juni 2026.
Selain itu, Asintel Panglima TNI juga melaksanakan kunjungan ke Counter-Terrorism Information Facility (CTIF) di Changi Naval Base, Singapura.
Pada kesempatan tersebut, Asintel Panglima TNI menyampaikan apresiasi terhadap peran CTIF dalam mendukung kerja sama kontra-terorisme regional melalui mekanisme berbagi informasi, peningkatan kapasitas, serta penguatan pemahaman bersama terhadap perkembangan ancaman keamanan.
Pertemuan ke-24 ISJIC menjadi salah satu wujud komitmen TNI dalam memperkuat diplomasi pertahanan dan kerja sama intelijen dengan negara sahabat guna menghadapi dinamika ancaman keamanan regional maupun global, sehingga tercipta kawasan yang aman, stabil, dan kondusif.
BERITA TERKAIT: