Eskalasi popularitas ini kian ketat terutama dalam tiga bulan terakhir. Kenaikan angka pemberitaan Jokowi seiring dengan masifnya perbincangan wacana calon presiden di Indonesia.
"Ekspos yang sedemikian tinggi seperti ini tidak pernah terjadi pada tokoh-tokoh
lain di Indonesia sejak Januari 2012 hingga saat ini, kecuali Presiden SBY," Direktur Komunikasi Indonesia Indikator Rustika Herlambang dalam siaran pers yang diterima
Rakyat Merdeka Online (Senin, 9/9).
Sebagai Kepala Negara, pemberitaan yang berkaitan dengan aktivitas presiden selalu menduduki angka tertinggi, dibandingkan dengan tokoh lain di Indonesia. Namun demikian, fenomena ekspos Jokowi menunjukkan adanya pergeseran dinamika yang terjadi dalam masyarakat.
Ekspos Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, tokoh yang disebut paling banyak diekspose oleh sebuah lembaga survei, juga menunjukkan posisi hanya setengah dari ekspose Jokowi dan Presiden SBY. Pada Agustus misalnya, Presiden SBY mendapat sebanyak 4.374 pemberitaan, Jokowi sebanyak 4.553 pemberitaan, sedangkan Dahlan Iskan sebanyak 1.745 berita.
Hal ini terekam melalui
intelligence media monitoring yang dilakukan oleh Indonesia Indicator (I2). Monitoring media dilakukan secara real time, 24x7x365 dengan cakupan 336 media online nasional dan daerah dalam waktu 21 bulan (Januari 2012- 6 September 2013), dengan total lebih dari 2,8 juta pemberitaan. Metode pengumpulan dilakukan oleh perangkat lunak crawler (robot) secara otomatis dengan analisis berbasis
artificial intelligence (AI), semantik, serta
text mining.
[zul]
BERITA TERKAIT: