Dalam demonstrasi kali ini, etnis Albania yang tinggal di wilayah Kosovo atau yang sering disebut Albania Kosovo, mencoba untuk memblokade jalur lalu lintas yang menghubungkan Serbia dan Kosovo. Para pengunjuk rasa yang menamakan dirinya kelompok Penentuan Nasib Sendiri pimpinan Albin Kurti, ini berdalih bahwa Serbia selama ini hanya akan menghambat pembangunan di Kosovo.
Kosovo adalah negara yang memisahkan diri dari Serbia pada tahun 2008 secara sepihak.
Menurut para pengunjuk rasa, Serbia hingga saat ini tidak mau mengakui kedaulatan dan kemerdekaan wilayah Kosovo. Serbia masih menganggap bahwa Kosovo adalah bagian provinsi negaranya. Serbia juga tidak mau mengakui keberadaan etnis Albania yang tinggal di Kosovo.
"Sebia adalah musuh bagi Kosovo, itu sebabnya motto kami adalah Serbia tidak akan bisa menyebrang (ke wilayah Kosovo)," ujar Albin Kurti sebagaimana dikutip
Al Jazeera (Minggu, 15/1).
Setelah konfrontasi panjang, polisi akhirnya berhasil membubarkan protes dan mengembalikan lalu lintas di jalan yang menuju dari perbatasan ke ibukota, Pristina, yang memungkinkan dua truk dari Serbia di bawah pengawalan polisi.
Setelah Insiden tersebut reda pemerintah Kosovo mengeluarkan pernyataan yang mendesak pemimpin Kelompok Penentuan Nasib Sendiri untuk menahan diri dari penggunaan kekerasan dan upaya-upaya untuk memblokir kebebasan bergerak yang dijamin oleh konstitusi.
[ysa]
BERITA TERKAIT: