Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, ketergantungan Indonesia terhadap pasokan energi yang melewati Selat Hormuz tergolong rendah dibandingkan negara-negara Asia lainnya.
Airlangga mengatakan, dalam forum ASEAN Zero Emission Commission (AZEC) yang dipimpin Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan diikuti 12 negara disebutkan bahwa negara-negara Asia bergantung terhadap energi dari Timur Tengah yang melewati Selat Hormuz. Namun, Indonesia kata Airlangga tak bergantung.
"Perdana Menteri Sanae Takaichi ini mengatakan 70 persen negara Asia (saat) ini sangat tergantung kepada Middle East, kepada Selat Hormuz. Namun Indonesia tidak, jadi itu yang Indonesia (hanya) bergantung sekitar 20 persen (energi dari Timur Tengah)," kata Airlangga dalam agenda Kick Off PINISI di Gedung Bank Indonesia, Senin 27 April 2026.
Dengan tingkat ketergantungan yang lebih rendah, Airlangga menilai Indonesia memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap tekanan global, terutama terkait distribusi energi.
"Jadi Indonesia relatif menjaga ketahanan pangan karena Indonesia juga sebagian besar energi mix. Untuk listrik itu berbasis kepada batu bara," kata Airlangga.
Ia menambahkan, sejumlah lembaga internasional juga masih menilai fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat di tengah ketidakpastian global.
International Monetary Fund (IMF), kata Airlangga, menempatkan Indonesia sebagai salah satu bright spot di Asia, didukung sinergi kebijakan fiskal dan moneter serta defisit anggaran yang tetap terjaga di bawah 3 persen.
Sementara itu, Islamic Development Bank memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,2 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari sisi pasar keuangan, FTSE Russell memastikan Indonesia tidak masuk dalam daftar pemantauan (watch list), sehingga status pasar modal tetap stabil, sejajar dengan negara seperti China dan India.
"Sedangkan JP Morgan Asset Management menempatkan Indonesia di peringkat kedua sebagai negara paling tahan terhadap guncangan energi global," tandas Airlangga.
BERITA TERKAIT: