"Namun sangat disayangkan, Pak Marzuki kemarin pagi itu, tidak tahu bahwa ada masyarakat demo sampai menginap. Inikan tidak logis. Masak Ketua DPR tidak tahu," tegas Ketua Umum Komite Pimpinan Pusat (STN) Yoris Sindhu Suharjan di depan gedung DPR, Kamis, (22/12)
Dia memastikan, aksi jahit mulut dari petani Pulang Padang, Riau, tetap akan dilanjutkan. "Ya, kemungkinan nanti sore (akan dilanjutkan)," tegasnya.
Aksi menginap dan jahit mulut sebagai bentuk tuntutan petani kepada DPR yang mereka nilai sudah buta tuli terhadap aspirasi rakyat. Mereka mendesak DPR menekan pemerintah pusat terutama Kementerian Kehutanan dan daerah untuk serius menyelesaikan konflik-konflik agraria.
Petani memprotes Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 327 Tahun 2009 yang memberikan izin hutan tanam industri untuk PT Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP). Padahal, lahan berstruktur gambut itu sudah puluhan tahun difungsikan sebagai wilayah serapan air.
[zul]
BERITA TERKAIT: