Siap Mati, Peserta Aksi Jahit Mulut di DPR Terus Bertambah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Selasa, 20 Desember 2011, 12:54 WIB
Siap Mati, Peserta Aksi Jahit Mulut di DPR Terus Bertambah
ilustrasi
RMOL. Aktivis Forum Komunikasi Masyarakat Penyelamat Pulau Padang (FKMPPP) yang melakukan aksi jahit mulut menuntut Menteri Kehutanan menghentikan operasional  PT. Riau Andalan Pulp Paper (RAPP) karena terbukti melanggar hukum, terus bertambah.

Sampai siang ini sudah terdapat 18 orang yang melakukan aksi jahit mulut di depan gedung DPR, Senayan, Jakarta. Kemarin, baru 8 yang ikut dalam aksi nekat tersebut. Tapi hari ini bertambah 10 orang yang akan terlibat dalam aksi tersebut hingga menjadi 18 orang.

Kesepuluh orang tersebut adalah Sidiq Hasanuddin (35 tahun), M. Nurhadi (26), Jumaini (31), Zuwin (31), Syafrudin (35), Budiyono (31), Kasmawi (36), Joni Setiawan (33), Abdullah (27), dan Husaini 46).

Husaini, yang memiliki empat anak ini mengaku rumahnya termasuk yang digusur oleh PT. RAPP. Aksi jahit mulut ini tegasnya adalah aksi untuk menuntut pemerintah agar pro-rakyat.

"Ini adalah dorongan dari diri saya sendiri. Saya siap mati di sini" tegasnya di dalam tenda depan gedung DPR, Selasa, (20/12).

Untuk menyampaikan tuntutan itu, Husaini mengaku siap dan rela mulutnya dijahit sebanyak empat jahitan. "(Jahitan ini) dan tidak dibuka-buka sebelum SK-nya (SK Kemenhut No 327/ 2009) dicabut," tegasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA