Kedelapan orang yang melakukan aksi jahit mulut adalah Masri, Tamsur, M. Busro, Yahya HS, Junaidi, Muslim, Sutoto dan Furwati. Nama terakhir adalah seorang ibu kelahiran 1964.
Dalam aksi jahit mulut ini, mereka tidak didampingi tim medis. Mereka melakukan aksinya dengan menjahit mulut sendiri atau dibantu oleh teman-teman seperjuangan.
"Kami sebenarnya sudah menghubungi beberapa tim medis, tapi sayangnya tim medisnya tidak ada yang bersedia, makanya kami jahit sendiri," papar Korlap aksi, M. Ridwan di depan gedung DPR, Senin siang (19/12).
Salah satu tim medis yang bersedia mendampingi, lanjut Ridwan, baru bisa mendampingi aksi jahit mulut ini pada Rabu esok. "Tapi, mereka (tim medis) tak mau memberi tahu (darimana mereka berasal). Katanya takut melanggar kode etik," tambahnya.
Aksi jahit mulut ini tetap mengalir sampai 73 orang, mereka sangat meminta kedatangan tim medis. Salah satu tukang jahit berteriak "Kita akan lanjutkan (aksi jahit mulut), pantang mundur, Allahu Akbar," demikian Ridwan.
[arp]
BERITA TERKAIT: