Ibu Renta Kelahiran 1964 Pun Jahit Mulut

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Senin, 19 Desember 2011, 13:52 WIB
Ibu Renta Kelahiran 1964 Pun Jahit Mulut
aksi jahit mulut/ist
RMOL. Sampai siang ini, sudah delapan orang yang melakukan aksi jahit mulut di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta. Ini adalah aksi menuntut Presiden SBY dan Menhut Zulkifli Hasan mengembalikan tanah di Pulau Padang, Kepulauan Meranti kepada rakyat. Ini karena sekitar 41.205 hektar tanah rakyat diberikan kepada PT  Riau Andalan Pulp Paper (PT.RAPP).

Kedelapan orang yang melakukan aksi jahit mulut adalah Masri, Tamsur, M. Busro, Yahya HS, Junaidi, Muslim, Sutoto dan Furwati. Nama terakhir adalah seorang ibu kelahiran 1964.

Dalam aksi jahit mulut ini, mereka tidak didampingi tim medis. Mereka melakukan aksinya dengan menjahit mulut sendiri atau dibantu oleh teman-teman seperjuangan.

"Kami sebenarnya sudah menghubungi beberapa tim medis, tapi sayangnya tim medisnya tidak ada yang bersedia, makanya kami jahit sendiri," papar Korlap aksi, M. Ridwan di depan gedung DPR, Senin siang (19/12).

Salah satu tim medis yang bersedia mendampingi, lanjut Ridwan, baru bisa mendampingi aksi jahit mulut ini pada Rabu esok. "Tapi, mereka (tim medis) tak mau memberi tahu (darimana mereka berasal). Katanya takut melanggar kode etik," tambahnya.

Aksi jahit mulut ini tetap mengalir sampai 73 orang, mereka sangat meminta kedatangan tim medis. Salah satu tukang jahit berteriak "Kita akan lanjutkan (aksi jahit mulut), pantang mundur, Allahu Akbar," demikian Ridwan. [arp]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA