Seperti saat Presiden Putin disebut tidak mengindahkan salaman Presiden Prabowo, lalu Menteri Luar Negeri Sugiono menundukkan kepala seolah-olah tertidur saat menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11.
Padahal Sugiono sedang membuka dan membaca buku catatan kecil bersampul merah. Berdasarkan bukti rekaman utuh ini, tudingan yang menyebut sang menteri tertidur dipastikan tidak berdasar.
Merespons hal tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni turut menyayangkan banyaknya misinformasi yang merusak iklim demokrasi Indonesia. Ia melihat maraknya hoaks justru mengaburkan kritik bagus yang diberikan masyarakat.
“Hoaks-hoaks seperti ini berbahaya dan mengadu domba, dan justru akan sangat mengaburkan iklim demokrasi di Indonesia. Jadi akan sangat mengaburkan mana kritik yang bagus, dan yang mana yang hoaks dan ujaran kebencian. Jadi nanti begitu ada yang kritik bagus malah ujung-ujungnya dikira ujaran kebencian,” ujar Sahroni dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Senin, 7 September 2026.
Legislator Nasdem ini meminta aparat berwajib turut mengusut para pelaku pembuat hoaks ini, agar menimbulkan efek jera bagi para pelakunya.
“Karena ruang informasi kita sudah terlalu sering ditimpa kritik tipe hoaks semacam ini. Saya rasa pihak berwajib, yaitu kepolisian, harus mulai fokus menyisir hal-hal seperti ini yang terjadi di media sosial, jangan dibiarkan dan ditoleransi. Sedikit banyak harus diberi efek jera,” demikian Sahroni.
BERITA TERKAIT: