Ruwanto, menyebutkan namanya, mengaku mendapat aksi represif dari pemangku kebijakan karena kritis terhadap pemerintah.
"Apa salahnya kami, membicarakan kebenaran. Berkali-kali akun media sosial kami di-banned," ujar dia.
Selain itu, dia mengaku medianya juga tidak bisa diakses karena mendapat gangguan dari website judi online (Judol).
"Berkali-kali akun media sosial kami diserang akun-akun judol. Siapa yang punya itu, kira-kira," kata dia.
Saat ini, orasi dari para mahasiswa terus berlangsung secara bergantian. Sebab selain UI, terdapat sejumlah kampus lainnya seperti Universitas Pancasila dan beberapa lainnya.
Adapula kelompok ojek online (ojol) yang ikut merapat bersama kelompok aksi.
Sementara itu, arus lalu lintas di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) masih terpantau ramai lancar.
Namun, sebagian jalan terpaksa ditutup Kepolisian karena aksi BEM UI ini.
BERITA TERKAIT: