Selama rangkaian
festival, mahasiswa tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan kampus
dan komunitas Universitas Pelita Harapan (UPH), tetapi juga diajak
memperluas wawasan, membangun relasi, dan memaknai perjalanan baru
sebagai mahasiswa.
Beragam sesi dan aktivitas menghadirkan
pengalaman yang berbeda bagi setiap mahasiswa, mulai dari bertemu teman
baru, keluar dari zona nyaman, hingga mengenal potensi diri. Lima
mahasiswa baru pun berbagi cerita tentang momen berkesan serta harapan
mereka dalam memulai kehidupan di UPH.
Bagi Su Latt Hnin, atau
yang akrab disapa Jenny, mahasiswi baru asal Myanmar dari Fakultas Ilmu
Pendidikan (FIP)/International Teachers College (ITC), UPH Festival
membuka pandangan baru tentang kehidupan universitas.
Melalui
sesi
What Is a University For?, ia melihat bahwa masa
kuliah bukan hanya tentang belajar dan mengejar nilai, tetapi juga
kesempatan untuk membangun relasi dan mengenal berbagai budaya.
“Universitas
juga merupakan tempat untuk membangun koneksi, belajar membangun
kebersamaan, mengenal berbagai budaya, berelasi dengan orang lain, dan
tentunya juga bersenang-senang,” kata Jenny, dikutip dari siaran pers
UPH yang diterima redaksi di Jakarta, Selasa, 1 September 2026.
Sebagai
mahasiswa internasional yang baru pertama kali bepergian ke luar
negeri, Jenny sempat khawatir akan kesulitan beradaptasi. Namun,
sambutan hangat komunitas UPH membuat kekhawatiran tersebut perlahan
teratasi.
“Sejak pertama kali datang ke sini, saya merasa seperti
menemukan rumah di negara ini. Saya merasa sangat diterima karena semua
orang sangat ramah dan menyambut saya dengan tangan terbuka,” kata
Jenny.
Pengalaman membangun koneksi juga dirasakan Jocelyn Marcia
Bella, mahasiswi baru Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).
Baginya, kedekatan dengan teman dan mentor melalui berbagai aktivitas
selama UPH Festival menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan.
“Lewat
fellowship dan
bonding bersama
mentor, kita jadi lebih dekat dengan teman-teman, bahkan dengan
kakak-kakak mentor. Dari situ, saya juga mendapat gambaran tentang
bagaimana nantinya di dunia perkuliahan,” kata Jocelyn.
Interaksi
tersebut tidak hanya membantunya mengenal lingkungan kampus, tetapi
juga memberikan gambaran mengenai kehidupan yang akan ia jalani selama
kuliah.
Jocelyn pun ingin memanfaatkan masa kuliah untuk aktif mengembangkan diri sekaligus memberikan manfaat bagi orang lain.
“Saya
mau jadi mahasiswa yang aktif, yang bisa melayani sesama. Saya memang
suka berorganisasi dan saya berharap bisa melayani sesama lewat potensi
yang sudah Tuhan titipkan kepada saya,” pungkas Jocelyn .
BERITA TERKAIT: