Pengamat politik dari Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS), Adib Miftahul, menilai pernyataan Presiden Prabowo memang disampaikan dalam suasana santai dan penuh canda.
Meskipun, kata Adib, Presiden Prabowo kerap melontarkan humor dalam berbagai kesempatan kunjungan kerja yang disaksikan publik.
"Kalau konteks yang saya lihat secara utuh, pada momentum pidato itu mengunjungi salah satu desa, itu hanya bercanda, itu harus dilihat secara menyeluruh” kata Adib kepada
RMOL, Sabtu, 23 Mei 2026.
Kendati begitu, Adib berpandangan bahwa candaan tersebut juga dapat dimaknai sebagai bentuk peringatan kepada Zulkifli Hasan terkait kinerja sektor pangan.
"Sebercanda-bercandanya seorang Presiden, menurut saya itu tidak tulus, harus dimaknai tidak hanya bercanda. Bisa juga diyakini Prabowo itu mengancam secara halus," katanya.
"Kenapa seperti itu? Karena memang bisa menjadi warning bagi Zulkifli Hasan. Kenapa? Ya banyak kerjaan Menko Pangan yang tidak beres,” tegasnya.
Terlebih, menurut Adib, masih terdapat sejumlah persoalan di sektor pangan yang belum terselesaikan dengan baik. Salah satu yang disorot adalah harga minyak goreng bersubsidi Minyakita yang masih berada di atas harga yang ditetapkan pemerintah.
"Harusnya harga pasaran yang bisa melindungi komoditas dari pemerintah kepada rakyat Rp15.000, ini sekarang kan banyak, sampai Rp22.000. Itu salah satu indikator jelas, parameter jelas bahwa Menko Pangan itu gak bisa ngapa-ngapain,” tegasnya.
Selain itu, Adib juga menilai berbagai capaian di bidang pangan, termasuk klaim swasembada, tidak bisa sepenuhnya dikaitkan dengan kinerja Kementerian Koordinator Pangan (Kemenko Pangan).
"Kalaupun ada klaim swasembada pangan adalah hasil kerja Menko Pangan, itu bullshit, omong kosong. Itu karena kerjaan Kementerian Pertanian dan lain sebagainya,” tegasnya.
Atas dasar itu, Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) ini menilai ucapan Presiden Prabowo sebagai sinyal politik yang patut diperhatikan oleh Zulkifli Hasan.
"Jadi, saya melihat bahwa ini sebenarnya warning halus. Mungkin Prabowo bilang begini, ‘nama desa saja kamu gak tahu bagaimana ngurus ini’, kira-kira begitu, walaupun sepele, tapi ini menurut saya warning halus,” demikian Adib.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menghadiri panen raya udang di Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu, 23 Mei 2026.
Saat memberi sambutan, Prabowo sempat salah menyebut nama desa lokasi acara.
“Terima kasih saya diundang ke sini Desa Karang Duwur,” ucap Prabowo.
Warga yang hadir langsung mengoreksi dan menyebut lokasi yang benar berada di Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan.
Menanggapi koreksi tersebut, Prabowo kemudian bercanda menyalahkan Menko Pangan Zulkifli Hasan.
"Waduh ini Menko tadi salah nama, perlu direshuffle gak ini kira-kira?" kata Prabowo yang disambut tawa warga.
BERITA TERKAIT: