"Kalau ditambah Golkar, maka lengkap sudah. Lima puluh persen plus satu lebih," kata Direktur ABC Riset & Consulting, Erizal dikutip Sabtu 4 April 2026.
Menurut Erizal, boleh dibilang pasangan Prabowo-Pramono benar-benar kuat luar dan dalam. Perpaduan antara kematangan dan kebijaksanaan; ketegasan dan kelembutan; kalkulasi dan progresivitas; Soekarno dan Hatta; dan yang lainnya.
Di mata Erizal, Pramono orangnya juga tidak ambisius. Tahu posisi dan pandai menempatkan diri.
"Prabowo-Pramono bahkan lebih bisa mengawal suksesi kepemimpinan 2034. Jadi, tak hanya sekadar 2029 saja," kata Erizal.
Pramono terbukti bisa menjadi orang di depan dan di belakang. Di depan dan di belakang, tidak mengurangi produktivitas dirinya memimpin. Tidak gemar pencitraan juga.
"Cocok sekali dengan Prabowo," kata Erizal.
Kendatipun tak mendukung, tapi SBY dan Jokowi tak akan menggangu pasangan Prabowo-Pramono ini.
"SBY bisa mengarsiteki pasangan Anies-AHY atau AHY-Anies bersama Surya Paloh," pungkas Erizal.
BERITA TERKAIT: