Prabowo Rayu Jerman Tanam Modal di Industri Semikonduktor dan Mobil Listrik

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/alifia-dwi-ramandhita-1'>ALIFIA DWI RAMANDHITA</a>
LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA
  • Senin, 15 Juni 2026, 19:17 WIB
Prabowo Rayu Jerman Tanam Modal di Industri Semikonduktor dan Mobil Listrik
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Merdeka, Jakarta, Senin 15 Juni 2026. (Foto: Setpres)
rmol news logo Presiden Prabowo Subianto mengundang Jerman memperluas investasi di sejumlah sektor strategis di Indonesia, mulai dari transisi energi, hilirisasi industri, kendaraan listrik, hingga pengembangan industri semikonduktor.

Ajakan tersebut disampaikan Prabowo saat menerima kunjungan kenegaraan Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 15 Juni 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan Jerman sepakat memperkuat kemitraan di berbagai bidang, antara lain ekonomi, investasi, transisi dan ketahanan energi, pendidikan, serta ketenagakerjaan. Penguatan kerja sama itu akan dijalankan melalui program Competitiveness Industrial Modernization and Trade Acceleration (CITA).

"Pada pertemuan hari ini, kita membahas penguatan kemitraan Indonesia-Jerman khususnya di bidang ekonomi, investasi, transisi energi, ketahanan energi, pendidikan, dan ketenagakerjaan. Kami sepakat untuk terus meningkatkan volume perdagangan dan investasi yang saling menguntungkan," kata Prabowo.

Prabowo menegaskan, Indonesia membuka peluang lebih luas bagi investor Jerman untuk berpartisipasi dalam sektor-sektor prioritas pembangunan nasional.

"Contoh di bidang transisi energi, di bidang hilirisasi industri, di bidang kendaraan karena kita akan menuju kepada kendaraan listrik, serta pengembangan industri semikonduktor," ujar Prabowo.

Menurutnya, Jerman juga didorong untuk ikut terlibat dalam rantai pasok mineral kritis dan tanah jarang, serta pembangunan infrastruktur nasional.

"Kami juga mengundang Jerman untuk ikut serta dalam rantai pasok mineral kritis dan tanah jarang juga dalam pengembangan infrastruktur kita," lanjutnya.

Selain itu, Prabowo menyambut baik pelaksanaan program Partnering in Business with Germany melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Indonesia juga akan menjadi tuan rumah pertemuan Joint Economic and Investment Committee (JIEC) pada tahun ini.

Di sektor ketenagakerjaan, pemerintah mengapresiasi penandatanganan Letter of Intent (LoI) Global Skills Partnership di bidang keperawatan yang diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi tenaga kerja Indonesia untuk berkiprah di pasar internasional.

Prabowo juga berharap hubungan ekonomi Indonesia dan Jerman yang semakin erat dapat mempercepat penyelesaian perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

"Kami berharap Jerman akan terus memainkan peran aktif dalam proses finalisasi perjanjian internal di Eropa sehingga dapat segera memberi manfaat konkret bagi dunia usaha di kedua negara," pungkasnya.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya rangkaian peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Jerman yang akan diperingati pada 2027 mendatang. rmol news logo article
EDITOR: DIKI TRIANTO

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA