Hal itu disampaikan Bendahara Umum PB IKA PMII, Arif Rahma saat menghadiri Rapimnas PB IKA PMII yang digelar di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Kamis malam, 5 Maret 2026.
Dalam forum tersebut, peserta juga turut berdiskusi bersama Wakil Menteri Keuangan RI, Juda Agung, mengenai gambaran kondisi ekonomi Indonesia saat ini.
“Tantangan yang dihadapi tidak bisa dilepaskan dari dinamika global, mulai dari geopolitik hingga tekanan fiskal yang terjadi di berbagai negara,” kata Arif.
Ia menilai, di tengah berbagai ketidakpastian global, fundamental ekonomi Indonesia masih menunjukkan kekuatan dan ketahanan yang baik.
“Namun di tengah ketidakpastian tersebut, fundamental ekonomi Indonesia tetap menunjukkan kekuatan dan ketahanan yang baik. Optimisme ini menjadi energi bagi kita semua untuk terus berkontribusi menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ujar Anggota DPR Fraksi Nasdem ini.
Arif berharap Rapimnas PB IKA PMII ini dapat melahirkan berbagai gagasan dan langkah konkret guna memperkuat peran alumni dalam pembangunan bangsa.
“Semoga melalui Rapimnas ini, lahir gagasan dan langkah nyata untuk memperkuat peran alumni dalam pembangunan bangsa,” tutupnya.
Selain Arif, Rapimnas ini dihadiri oleh Ketua PB IKA PMII, Fathan Subchi, Sekretaris Jenderal Nur Purnamasidi hingga para tokoh-tokoh alumni PMII.
Di antaranya, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, Ketua KPU RI Moch. Afifuddin, dan Ketua Komisi II DPR Muhammad Rifqinizamy Karsayuda.
"Ini rapat pertama di kepengurusan, fokus kami di tahun pertama konsolidasi. Kita sudah penataan dan melantik 16-17 Pengurus Wilayah (PW), ini semangatnya luar biasa terutama di Indonesia Timur," ujar Ketum PB IKA PMII Fathan Subchi dalam sambutannya.
BERITA TERKAIT: