Tindakan penutupan Masjid Al-Aqsa di Palestina merupakan pelanggaran hak asasi manusia, kebebasan beragama, dan status quo internasional yang menjamin akses umat Muslim ke tempat suci.
“Penutupan Masjid Al-Aqsa adalah luka mendalam bagi dunia Islam, mencederai nilai spiritual Ramadan dan solidaritas umat,” ujar Surahman, Kamis, 5 Maret 2026.
Surahman menyerukan kepada Pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah diplomatik tegas melalui jalur bilateral maupun forum internasional, termasuk PBB dan OKI, guna menekan Israel menghentikan pelanggaran ini.
“Pemerintah Indonesia harus tegas mengambil langkah diplomatik untuk menekan Israel menghentikan pelanggaran ini,” tegas Surahman.
Surahman menilai bahwa penutupan Masjid Al-Aqsa bukan hanya persoalan lokal Palestina, melainkan tantangan terhadap nilai universal kebebasan beragama yang dijunjung tinggi oleh masyarakat dunia.
“Tindakan Israel mencerminkan sikap diskriminatif yang tidak dapat dibenarkan dalam kerangka hukum internasional,” tegas politikus Partai Keadilan Sejahtera itu.
Selain itu, Surahman juga menyerukan kepada relawan dan aktivis kemanusiaan serta komunitas internasional untuk bersatu menolak penutupan Masjid Al-Aqsa dan mendukung hak-hak dasar rakyat Palestina.
“Saya juga mengajak umat Islam di Indonesia dan dunia untuk senantiasa mendoakan saudara-saudara kita di Palestina agar diberikan kekuatan, ketabahan, dan kemenangan dalam memperjuangkan hak-hak mereka,” kata Surahman.
Surahman juga mengajak umat Islam agar senantiasa memanjatkan doa pembebasan untuk Masjid Al-Aqsa dari cengkeraman Israel, sehingga kembali menjadi tempat suci yang bebas, aman, dan terbuka bagi seluruh umat Muslim.
“Dukungan moral dan doa dari umat Islam Indonesia adalah bagian dari solidaritas global yang harus terus diperkuat dan disuarakan. Doa bersama untuk pembebasan Masjid Al-Aqsa menjadi simbol persatuan umat Islam sekaligus perlawanan damai terhadap penindasan," ungkapnya.
Surahman bersama Komisi VIII DPR RI berkomitmen akan terus mendorong agar isu ini menjadi perhatian serius dalam diplomasi Indonesia, baik di tingkat regional maupun internasional.
“Suara kolektif umat Islam dan komunitas global dapat menjadi kekuatan untuk mengakhiri pelanggaran HAM yang telah dilakukan Israel dan mengembalikan kehormatan Masjid Al-Aqsa sebagai rumah ibadah umat Muslim,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: