Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Senin, 2 Februari 2026.
Dalam arahannya, Prabowo menjelaskan bahwa kelapa sawit merupakan komoditas strategis yang dibutuhkan banyak negara. Ia mengaku kerap menghadapi permintaan penambahan ekspor kelapa sawit dari luar negeri.
“Tolong indonesia tolong supply kelapa sawit. CPO. Saya ke Mesir, Rusia, Belarus. Di mana-mana tulung kelapa sawit. Artinya? It is very strategic commodity,” ujarnya.
Lebih jauh, Presiden menekankan bahwa sawit akan menjadi tulang punggung bioenergi nasional, khususnya biodiesel, agar Indonesia terbebas dari ketergantungan energi impor.
“Jadi, kita nanti bio diesel bebas dari ketergantungan luar,” tegas Prabowo.
Kepala Negara optimistis Indonesia mampu menjadi produsen avtur terbesar di dunia dengan memanfaatkan kelapa sawit, termasuk dari limbah jelantah.
“Avtur bisa terbesar di dunia. Bahkan limbahnya jelantah itu bahan untuk avtur. Sehingga maaf bangsa-bangsa lain, kita tutup ekspor jelantah. Harus kepentingan rakyat Indonesia dulu," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: