DPR Belum Tahu Soal Penculikan Bajak Laut WNI di Afrika

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-alifia-suryadi-1'>SARAH ALIFIA SURYADI</a>
LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI
  • Selasa, 13 Januari 2026, 11:49 WIB
DPR Belum Tahu Soal Penculikan Bajak Laut WNI di Afrika
Dari kiri: Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir, Ketua DPR RI Puan Maharani, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)
rmol news logo Ketua DPR RI, Puan Maharani, mengaku belum menerima informasi resmi terkait laporan penculikan sejumlah warga negara Indonesia (WNI) oleh bajak laut di perairan Gabon, Afrika Tengah.

Saat dimintai keterangan awak media, Puan sempat melirik Wakil Ketua DPR RI, Adies Kadir, dan Cucun Ahmad Syamsurijal, yang keduanya menggeleng pelan.

Ia kemudian menyatakan bahwa para pimpinan DPR belum mengetahui perkembangan kasus tersebut.

“Saya belum terinfo soal hal itu,” kata Puan di Senayan, Jakarta, Selasa 13 Januari 2026. 

Insiden penculikan dilaporkan terjadi pada Senin, 12 Januari 2026, ketika kapal penangkap ikan berbendera Gabon, IB FISH 7, diserang kelompok bersenjata sekitar tujuh mil laut tenggara Equata, perairan Gabon.

Kepala Staf Angkatan Laut Gabon, Laksamana Madya Charles Hubert Bekale Meyong, menyebut kapal tersebut diserang tiga pria bersenjata yang kemudian menculik sembilan awak kapal, terdiri dari lima warga negara China dan empat WNI.

Usai pembajakan, aparat keamanan Gabon berhasil menemukan kapal tersebut dan mengawalnya hingga tiba dengan selamat di pelabuhan ibu kota.

Kejaksaan setempat membuka penyelidikan resmi untuk menelusuri identitas pelaku, motif penculikan, serta dugaan keterkaitan dengan jaringan kejahatan lintas negara.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai kondisi para korban maupun langkah negosiasi yang dilakukan. rmol news logo article
EDITOR: RENI ERINA

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA