Begitu kata Gurubesar Ilmu Hukum Internasional Profesor Hikmahanto Juwana ketika berbincang dengan
Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (30/3).
Pihaknya menambahkan, pada pertemuan di KTT G20 bisa saja Amerika Serikat atau negara-negara sekutunya tidak mau menghadiri undangan Presiden Joko Widodo tersebut.
“Tapi, Rusia bisa saja hadir saja supaya mereka tidak hadir gitu kan. Saling mengancam atau semua saling tidak mau hadir deh semua emang saya pikirin soal perekonomian,†kata Prof Hikmahanto.
Menurutnya, masalah geopolitik yang terjadi di Ukraina terkait dengan masalah perekonomian dunia.
“Ini saling berkait nanti puncaknya itu adalah pada bulan November Apakah semua kepala pemerintahan dan kepala negara akan hadir atau tidak,†imbuhnya.
Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani menceritakan, pada forum internasional di Italia, kepala pemerintahan dan kepala negara hadir kecuali China, karena ada perang perdagangan dengan Amerika Serikat. Di mata dunia, Italia dianggap gagal menjalankan forum tersebut.
“Italia agak gagal tidak bisa menghadirkan Xi Jinping dalam pertemuan ini. Padahal ini kan kepala pemerintahan, kepala negara dengan anggapan mereka pengambil keputusan,†ujarnya.
Jika pada forum KTT G20, Indonesia tidak mampu menghadirkan Presiden Putin maka Indonesia bakal dianggap gagal menjadi tuan rumah dalam sejarah dunia.
“Ternyata banyak yang tidak hadir, ini bisa dianggap gagal G20 ini akan tercatat dalam sejarah bahwa ketika menjadi Presiden G20 ada isu Ukraina kita tidak bisa selesaikan masalah itu,†jelasnya.
“Itu akan tercatat dalam sejarah itu makanya saya sudah mendorong-dorong Indonesia harusnya ikut di dalam proses pedamaian di Ukraina,†tutupnya.
BERITA TERKAIT: