Hasil Kunjungan Komisi III: Harapan Warga Desa Wadas Sederhana, Ingin Kembali Rukun Seperti Saat Belum Ada Tambang

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/raiza-andini-1'>RAIZA ANDINI</a>
LAPORAN: RAIZA ANDINI
  • Jumat, 11 Februari 2022, 15:35 WIB
Hasil Kunjungan Komisi III: Harapan Warga Desa Wadas Sederhana, Ingin Kembali Rukun Seperti Saat Belum Ada Tambang
Anggota Komisi III DPR RI, Taufik Basari saat berkunjung ke Desa Wadas/ist
rmol news logo Pimpinan dan anggota Komisi III DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo pada hari ini, Jumat (11/2).

Kunjungan dilakukan setelah terjadi gejolak di Desa Wadas terkait penambangan batu andesit untuk pembangunan Bendungan Bener. Gejolak ini bahkan membaut puluhan warga dan aktivis diamankan aparat beberapa waktu lalu.

Salah satu rombongan Komisi III DPR, Taufik Basari menjelaskan bahwa kunjungan digelar selama dua hari. Hasilnya, Komisi III mendapati bahwa permasalahan di Desa Wadas terjadi karena kurangnya komunikasi antara warga dengan pemerintah setempat, terlebih dengan aparat yang melakukan tindakan represif kepada warga.

“Kami melihat sebenarnya seluruh masyarakat Desa Wadas itu adalah menjadi korban,” ujar pria yang akrab disapa Tobas ini saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (11/2).

Legislator dari Fraksi Nasdem ini melanjutkan, tidak adanya ruang dialog bagi warga yang tidak setuju lahan mereka digusur menjadi faktor utama permasalahan tersebut muncul ke permukaan.

Ruang dialog yang tertutup membuat posisi warga menjadi terbelah keberpihakannya. Mereka tidak dalam keadaan guyub seperti dahulu kala.

Padahal harapan mereka sederhana. Mereka ingin kembali rukun seperti sediakala sebelum adanya penambangan batu andesit di daerah mereka.

“Jadi sebenarnya mereka punya harapan yang sama. Mereka ingin kembali hidup rukun,” tegasnya.

Sementara soal gejolak yang terjadi, Tobas menjelaskan bahwa pendekatan antara pemerintah setempat belum bisa diterima warga. Hal itu diperparah dengan adanya insiden penangkapan sejumlah warga Desa Wadas, tanpa adanya dialog yang memadai.

“Makanya nanti kita akan buat mereka guyub kembali dulu. Kalau beda pilihan beda posisi itu adalah hak dari masing-masing. Tapi jangan sampai perbedaan ini membuat mereka menjadi seolah-olah terbelah,” tutupnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA