Direktur Eksekutif Indo Barometer, M. Qodari mengatakan, ada pola yang bisa dilihat dari keputusan presiden Jokowi dalam memilih Panglima TNI berdasarkan matra, yakni dua kali TNI AD, diselingi TNI AU, dan kembali ke TNI AD.
“Ini bisa dipahami karena memang di TNI walaupun tidak tertulis, ada kultur yang menempatkan Angkatan Darat sebagai katakanlah saudara tua, kekuatan utamalah dalam tata kemiliteran dan tradisi kemiliteran di Indonesia," kata M Qodari kepada wartawan, Kamis (4/11).
Jenderal Andika, kata Qodari, memiliki kemampuan mumpuni dan pengalaman lengkap. Pernah bertugas di intelejen, teritorial, Paspampres, Pangdam, Pangkostrad hingga menjadi KSAD.
“Pak Jokowi sendiri pernah mengatakan bahwa Pak Andika itu figur yang lengkap, kuat di lapangan, praktik dengan akademiknya juga lengkap,†tandasnya.
Presiden Joko Widodo melalui Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengirimkan Surat Presiden kepada Pimpinan DPR RI terkait usulan nama calon Panglima TNI, Rabu kemarin (3/11).
Dalam Surpres nomor R-50/Pres/10/2021 tersebut, Presiden memilih Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa sebagai calon Panglima TNI tunggal menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto yang pensiun pada November 2021 ini.
BERITA TERKAIT: