Pemerintah sendiri telah melakukan finalisasi kajian untuk mengetahui penyebab lonjakan kasus yang sangat tinggi, termasuk untuk pemberlakukan PPKM Darurat.
“Kita harapkan selesai karena diketuai oleh Pak Airlangga untuk memutuskan diberlakukannya PPKM Darurat,†tegas Jokowi dalam pembukaan Munas ke-VIII Kadin Indonesia, Rabu (30/6).
Kepada Airlangga, Jokowi menyerahkan sepenuhnya tentang keputusan pemberlakukan PPKM Darurat, apakah seminggu atau lebih di Pulau Jawa dan di Pulau Bali.
Dalam kesempatan tersebut, presiden mengingatkan bahwa kenaikan kasus Covid selalu berpengaruh kepada Indeks Kepercayaan Konsumen. Begitu pembatasan ketat dilakukan, kemudian mobilitas turun, maka IKK akan naik.
“Tetapi begitu kasusnya naik, Indeks Kepercayaan Konsumen pasti selalu turun. Selalu kita lihat seperti itu,†tambahnya.
Kenaikan kasus juga mempengaruhi Indeks Penjualan Ritel tak hanya di Indonesia, namun di dunia. Begitu ada penambahan kasus harian, Indeks Penjualan Ritel pasti turun.
“Di Thailand pun sama, ada penambahan kasus harian naik, IPR-nya pasti turun, sehingga kunci dari urusan ekonomi yang kita hadapi ini adalah bagaimana Covid ini dikurangi, ditekan agar hilang dari bumi pertiwi ini,†ungkap Jokowi.
Jokowi melihat, terdapat optimisme dalam upaya pemulihan ekonomi nasional. Purchasing Manager Index untuk manufaktur, dibanding sebelum pandemi, sekarang ini berada pada posisi yang tinggi. Sebelum pandemi, itu 51.
“Sekarang pada posisi 55,3 di bulan Mei kemarin, tinggi sekali. Artinya ada optimisme di situ,†ucap Jokowi.
Sisi suplai juga sama. Produksi mulai menggeliat, ekspor tumbuh 58 persen, impor bahan baku tumbuh 79 persen, impor barang modal tumbuh 35 persen.
“Ini, angka-angka yang setiap hari, setiap pagi masuk ke saya. Saya enggak pernah sarapan, tapi sarapannya angka-angka,†demikian Jokowi.
BERITA TERKAIT: