Ketua Umum Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ), Endriansyah yang mengaku siap maju dalam bursa caketum Jakmania menegaskan, Mubes bukan sekadar ajang perebutan posisi, melainkan momentum untuk mempererat ikatan dan memajukan organisasi melalui persaingan yang sehat dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Bagi saya, mencalonkan diri adalah bentuk pengabdian. Kita ini satu keluarga besar Persija. Jadi, meski kita berkompetisi, semangatnya harus tetap sportivitas dan kekeluargaan," kata Endriansyah, dikutip Minggu 5 Juli 2026.
Meski begitu, dalam bursa pencalonan, Endriansyah mendorong dilakukan evaluasi regulasi caketum Jakmania.
"Salah satunya syarat administrasi berupa Kartu Tanda Anggota atau KTA, dan syarat administratif lainnya yang terdapat dalam AD/ART The Jakmania," kata Endriansyah.
Ia mengaku sejak beberapa bulan lalu berupaya memperoleh KTA Jakmania, namun hingga kini tidak berhasil.
"Karena itu, saya berharap persoalan administrasi ini dapat dilihat secara jernih, tidak hanya sebagai soal kartu, tetapi sebagai bagian dari semangat membuka ruang partisipasi bagi keluarga besar Jakmania," kata Endriansyah.
Endriansyah mengingatkan bahwa The Jakmania juga bukan partai politik, bukan organisasi profesi, dan bukan lembaga birokrasi yang cara pandangnya harus selalu kaku, formal, dan administratif.
"The Jakmania adalah organisasi suporter. Ia tumbuh dari cinta, loyalitas, persaudaraan, dan kebanggaan terhadap Persija Jakarta," kata Endriansyah.
Karena itu, Mubes The Jakmania seharusnya menjadi ruang yang sportif, terbuka, dan menggembirakan. Ruang bagi gagasan, ruang bagi pembaruan, dan ruang bagi siapa pun yang ingin ikut membesarkan Jakmania.
"Jakmania harus terus menjadi kekuatan moral yang memberi dorongan semangat kepada Persijauntuk tampil dalam performa terbaik, meraih prestasi gemilang, dan menjadi kebanggaan Kota Jakarta," pungkas Endriansyah.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: