Bali Bakal Punya Tiga Pusat Keuangan Internasional

Dapat Insentif Pajak 0 Persen

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/alifia-dwi-ramandhita-1'>ALIFIA DWI RAMANDHITA</a>
LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA
  • Kamis, 25 Juni 2026, 15:11 WIB
Bali Bakal Punya Tiga Pusat Keuangan Internasional
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: RMOL/Alifia)
rmol news logo Pemerintah tengah menyiapkan pembentukan International Financial Center (IFC) di Bali sebagai upaya menarik lebih banyak investasi global masuk ke Indonesia. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kawasan pusat keuangan internasional tersebut direncanakan berada di dua hingga tiga lokasi di Pulau Dewata.

Menurut Airlangga, pemerintah saat ini masih menyusun landasan hukum serta ekosistem infrastruktur yang dibutuhkan untuk mendukung operasional IFC.

"Kita siapkan di Bali. Sementara di Bali bisa 2 atau 3 titik," ujar Airlangga di kantornya, Jakarta Pusat, dikutip Kamis 25 Juni 2026.

Salah satu insentif yang disiapkan pemerintah untuk menarik minat investor adalah pemberian fasilitas pajak hingga 0 persen. 

Airlangga menjelaskan, keberadaan IFC diharapkan dapat meningkatkan arus investasi asing ke Indonesia. Saat ini investasi langsung yang masuk ke Indonesia tercatat sekitar Rp2.200 triliun. 

Menurutnya, negara-negara yang memiliki pusat keuangan internasional mampu menarik dana dalam jumlah jauh lebih besar.

"Ya Rp5.000 triliun itu, jadi dana masuk ke Singapura dulu baru disebar. Nah, sedangkan potensi investasi di Indonesia kan besar. Dubai financial center juga yang kami bicara, mereka itu sekitar 800 billion dolar," kata Airlangga. 

"Jadi, kita harus menarik global picture-nya. Di dunia kan terbatas financial center, hanya Singapura, Dubai, Hong Kong, kemudian bagian di Amerika," sambungya.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA