Momentum tersebut dinilai menjadi peluang untuk mempererat hubungan bilateral, mulai dari ekonomi hingga pertahanan maritim.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta mengatakan India dan Indonesia memiliki potensi besar untuk saling melengkapi kebutuhan masing-masing sebagai dua negara berkembang dengan populasi besar.
"India merupakan negara yang sedang menuju kemajuan seperti halnya Indonesia, sehingga ini akan menjadi kesempatan yang bagus bagi kedua negara untuk menjalin kerja sama pada sektor strategis," kata Sukamta, Sabtu, 4 Juli 2026.
Menurutnya, kedua negara memiliki keunggulan yang dapat saling mendukung. Indonesia memiliki komoditas yang dibutuhkan India, sementara India memiliki kemajuan teknologi yang diperlukan Indonesia.
"India dan Indonesia memiliki komplemen untuk saling menguntungkan. Indonesia memiliki komoditas yang diinginkan India terutama sawit. Sebaliknya, India mempunyai pengembangan teknologi yang dibutuhkan Indonesia," ujarnya.
Selain kerja sama ekonomi, Sukamta menilai isu pertahanan dan keamanan maritim juga akan menjadi agenda penting dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Narendra Modi. Hal itu mengingat Indonesia dan India sama-sama merupakan negara maritim di kawasan Indo-Pasifik.
Dalam agenda kunjungan, Modi dijadwalkan bertemu Presiden Prabowo di Istana Negara pada 7 Juli. Selain menggelar pertemuan bilateral dan menghadiri jamuan kenegaraan, Modi juga akan menyampaikan pidato di hadapan parlemen Indonesia sebelum melanjutkan lawatan ke Yogyakarta, Australia, dan Selandia Baru.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: