Andi Arief Dan Putri Maruf Amien Di Struktur Demokrat Sudah Cukup Gambarkan Ambisi AHY

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/diki-trianto-1'>DIKI TRIANTO</a>
LAPORAN: DIKI TRIANTO
  • Kamis, 16 April 2020, 21:35 WIB
Andi Arief Dan Putri Maruf Amien Di Struktur Demokrat Sudah Cukup Gambarkan Ambisi AHY
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)/Net
rmol news logo Struktur kepengurusan Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) banyak diisi nama-nama baru. Bahkan tak sedikit pengurus Demokrat untuk periode 2020-2025 ini diisi kalangan milenial berusia tak lebih dari 45 tahun.

Menurut Director Survey and Polling Indonesia (SPIN) Igor Dirgantara, susunan kepengurusan Demokrat sudah mulai menggambarkan hasrat AHY meraih suara bagus untuk Pilkada 2020, dan lebih jauh pada Pemilu 2024.

"AHY ingin mendapat hasil positif perolehan kursi di Pilkada 2020 dan fokus kepada pemenangan Pemilu 2024. Indikasinya terlihat dengan masuknya nama Siti Nur Azizah, Andi Arief dalam jajaran kepengurusan Partai," kata Igor kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (16/4).

Seperti diketahui, Siti Nur Azizah merupakan putri Wapres Maruf Amin yang juga akan maju pada Pilkada Tangerang Selatan. Di kepengurusan, Siti Nur Azizah menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat.

Sedangkan nama Andi Arief dikenal sudah malang melintang dengan beragam statement kritikan kepada penguasa. Bahkan mantan Staf Khusus Presiden SBY ini sempat menjadi sorotan saat mengkritik terpilihnya Sandiaga Salahuddin Uno sebagai cawapres pada Pilpres 2019. Padahal saat itu Demokrat masuk dalam koalisi Capres Prabowo Subianto.

Saat ini, Andi Arief dipercaya AHY sebagai Kepala Badan Pemenangan Pemilu Demokrat.

Di samping itu, sambung Igor, kepengurusan AHY merepresentasikan cukup banyak kalangan milenial dalam struktur partai, seperti Imelda Sari sebagai Wasekjen, Eka Putra sebagai Wabendum, dan Teuku Riefky Harsya sebagai Sekjen Demokrat.

"Rata-rata usia pengurus Partai Demokrat adalah 42 tahun, termuda 22 tahun dan tertua 60 tahun. Generasi milenial punya potensi suara 60 persen di Pemilu 2024 nanti," tegasnya.

"Ukuran kesuksesan AHY sebagai ketum baru adalah dengan melihat pencapaian suara Partai Demokrat saat kontestasi Pemilu/Pilkada. Kalaupun tidak menjadi pemenang Pemilu, paling tidak kursi kepala daerah dan kursi DPR bertambah. Atau setidaknya sukses mencalonkan ketumnya (AHY) sebagai Capres/Cawapres nanti di 2024," tutup pengamat politik dari Universitas Jayabaya ini. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA