Saat keluar dari Istana, Airlangga langsung datang menghampiri para wartawan. Dia menguraikan mengenai tantangan ekonomi yang harus dihadapi bangsa ini.
"Tantangan tentu kita mengisi kondisi terkait dengan defisit neraca perdagangan, kemudian pengembangan kawasan-kawasan ekonomi yang tentunya diharapkan kawasan ini bisa mengisi beberapa industri unggulan,†ujarnya.
Menurutnya, Indonesia harus mampu menurunkan impor non minyak bumi dan gas (migas). Termasuk, meningkatkan efisiensi dan produksi migas, serta mengimplementasi biofuel dan bio100.
“Kita harus mengembangkan kawasan ekspor tekstil dan sektor-sektor lain. Model investasi di Morowali harus direplikasi,†tegasnya.
Namun demikian, saat ditanya potensi menjadi Menko Perekonomian, Airlangga menjawab secara diplomatis. Dia meminta masyarakat bersabar menunggu pengumuman yang akan disampaikan pada Rabu (23/10).
"Tunggu Rabu besok," imbuh dia.
BERITA TERKAIT: