Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin masih berharap Gerindra menjadi oposisi, sesuai dengan keinginan para pendukung.
Menurutnya, posisi sebagai oposisi tidak hina. Sebaliknya, justru terhormat dan bisa memiliki peran sebagai kontrol penguasa.
"Harusnya Gerindra jadi oposisi saja. Menjadi oposisi bisa lebih terhormat karena bisa mengingatkan pemerintah ketika pemerintah salah jalan dan salah arah." katanya dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (12/10).
Ujang mengingatkan bahwa negara butuh oposisi yang kuat dan tangguh. Sehingga bisa mengawasi jalannya roda pemerintahan. Jika Gerindra yang diharapkan publik menjadi oposisi berubah haluan, maka kontrol terhadap kinerja Jokowi-Maruf lemah dan kekuasaan bisa cenderung disalahgunakan.
"Kata Lord Acton,
power tends to corrupt. Kekuasaan itu akan cenderung korup atau disalahgunakan.
But absolute power, corrupt absolutely. Dan kekuasaan yang absolut kecenderungan penyalahgunaannya pun akan mutlak," tekannya.
BERITA TERKAIT: