"Sejauh ini saya melihat ajakan golput itu tidak efektif," kata Ketua Umum PPP Romahurmuziy di sela acara Santiaji Caleg PPP di Yogyakarta, Minggu (24/2).
Politikus yang akrab disapa Rommy itu menjelaskan, tren penurunan golput dapat dilihat dari angka partisipasi pemilih pada Pilpres 2014 yang mencapai 75,2 persen, sedangkan angka golput hanya mencapai 24,8 persen. Angka itu turun dibandingkan Pilpres 2009 yang mencapai 30 persen.
Menurutnya, saat ini gairah masyarakat terhadap kontestasi Pilpres 2019 lebih tinggi karena hanya diikuti dua pasangan calon presiden. Rivalitas antara dua kutub itu akan membuat golput tidak efektif.
"Karena kalau hanya dua kutub selalu timbul rivalitas. Sebenarnya secara politik itu tidak menyenangkan karena kemudian membelah bangsa ini. Akan tetapi, realitasnya hari ini calon cuma dua. Berbeda jika calonnya tiga orang atau lebih mungkin golput meningkat," beber Rommy.
Selain itu, ajakan golput juga menjadi tidak efektif karena masyarakat saat ini lebih pragmatis.
"Jujur saja saya melihat masyarakat sekarang lebih pragmatis ketemu kebutuhan dengan caleg-caleg yang memang untuk bisa duduk itu pokoknya apa saja dilakukan, termasuk bayar sehingga akhirnya ajakan golput menjadi tidak efektif," jelas Rommy, seperti diberitakan
Antara. [wah]
BERITA TERKAIT: