Beda Di Dunia Demokrasi Wajar, Tapi Jangan Sampai Pecah Belah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Senin, 21 Januari 2019, 17:03 WIB
Beda Di Dunia Demokrasi Wajar, Tapi Jangan Sampai Pecah Belah
Airlangga Hartarto/Net
rmol news logo Sikap saling menghormati kebebasan harus terus dijaga di alam demokrasi. Namun demikian, perbedaan yang ada tidak boleh membawa bangsa ke arah perpecahan.

Atas alasan itu, mantan Komisioner Komnas HAM Ridho Saleh memuji pidato awal tahun Partai Golkar Airlangga Hartarto. Sebab dalam pidato itu, Airlangga mengajak kadernya untuk bersama-sama memperkuat persamaan, bukan mempertajam perbedaan.

Bagi Ridho, pidato tersebut membawa pesan optimisme jelang Pemilu 2019 mendatang.

"Saya mengapresiasi narasi pidato (ketum) Golkar soal optimisme bangsa jelang Pemilu 2019. Kita memang harus terus optimis, apalagi akan menghadapi pemilu,” ujarnya kepada wartawan, Senin (21/1).

Menurut Ridho, perbedaan merupakan keniscayaan dalam dunia demokrasi. Tapi, yang harus menjadi catatan, masyarakat tidak boleh sampai terpecah belah karenanya. Apalagi jika sampai menimbulkan konflik.

“Untuk itu, para politisi harus menjaga agar perbedaan tidak menjadi tajam sehingga terjadi masalah di bawah," tegasnya.

Dalam pidato awal tahun, Airlangga menjelaskan bahwa Indonesia adalah sebuah demokrasi yang dewasa dan matang. Cirinya, bisa menghargai perbedaan, mampu bersaing secara damai, dan tetap menjaga semangat persaudaraan yang hangat dan bersahabat.

"Kita ingin merebut mimpi bersama. Kita ingin memajukan perikehidupan seluruh rakyat di semua wilayah kita, dari Sabang hingga Merauke, dari Miangas hingga ke Pulau Rote," katanya. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA