Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan pengelolaan informasi serta meningkatkan kualitas komunikasi institusi kepada masyarakat.
Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Jakarta Selatan, Daud Satrya Bhirawa, mengatakan bahwa kehumasan memiliki peran yang sangat strategis di tengah era keterbukaan informasi saat ini.
"Fungsi kehumasan menjadi salah satu kunci utama dalam membangun sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap institusi. Karena itu, kemampuan komunikasi yang baik harus terus diperkuat," kata Daud dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026.
Menurut dia, citra positif sebuah institusi tidak hanya dibangun melalui kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat, tetapi juga melalui komunikasi publik yang efektif, transparan, dan mudah dipahami.
"Citra positif harus dibangun melalui informasi yang akurat dan terbuka. Masyarakat berhak mendapatkan informasi yang jelas mengenai berbagai layanan dan kebijakan yang dijalankan institusi," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Daud juga menegaskan bahwa setiap pegawai Imigrasi pada dasarnya merupakan representasi organisasi di mata publik. Oleh karena itu, seluruh jajaran memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga profesionalisme, integritas, dan nama baik institusi.
"Setiap insan Imigrasi adalah wajah organisasi. Sikap, perilaku, dan cara berkomunikasi akan memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap institusi," tuturnya.
Melalui kegiatan yang menggandeng media VoiceIndonesia.co ini, para peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai strategi komunikasi publik, teknik pengelolaan informasi, hingga penguatan kemampuan dalam menghadapi dinamika isu yang berkembang di ruang digital.
Pemimpin Redaksi Voice Indonesia, Anton Sahadi, yang hadir sebagai pemateri menekankan pentingnya adaptasi humas pemerintah terhadap kecepatan arus informasi modern.
Menurutnya, kemampuan menulis berita yang objektif dan menarik adalah kunci utama dalam menyampaikan keberhasilan program kerja ke masyarakat.
"Humas pemerintah saat ini tidak hanya dituntut untuk sekadar membagikan informasi, tetapi juga harus mampu mengemasnya dengan teknik jurnalistik yang kuat agar pesan yang disampaikan bernilai berita, menarik, dan mudah dipahami publik. Sinergi antara Imigrasi dan media ini adalah langkah tepat untuk menciptakan ekosistem informasi yang sehat dan edukatif," jelas Anton Sahadi.
Daud berharap kegiatan ini dapat meningkatkan wawasan peserta dalam menjalankan fungsi kehumasan secara lebih efektif, responsif, dan adaptif terhadap perkembangan media saat ini.
"Kami ingin membangun sinergi yang kuat di seluruh jajaran untuk bersama-sama memperkuat citra positif Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya Direktorat Jenderal Imigrasi," ungkapnya.
Ia menambahkan, komitmen bersama tersebut menjadi bagian dari upaya nyata dalam mewujudkan institusi yang profesional, berintegritas, dan semakin dipercaya oleh masyarakat luas.
BERITA TERKAIT: