"Musik membuat perasaan jadi sejuk dan sensitif," ungkapnya melalui pesan elektronik kepada redaksi, Rabu (6/6).
Pertunjukkan didahului Mozart, 'Exsultante, Jubilate', kemudian Gustav Mahler dengan 'Symphony no4 in G Major.' Mahler favorit Rizal Ramli, selain Wagner, Verdi, Beethoven, Stravinsky. Wagner dan Verdi sering jadi
booster pemberi semangat.
Sejak lama Rizal suka jazz dan musik klasik. Ketika masih menempuh studi di ITB, dia menjadi ketua Apresiasi Music Jazz & Klasik. Tokoh perubahan Indonesia itu semakin suka dengan musik klasik saat menimba ilmu di Boston Universty, AS.
"Saya suka jazz karena improvisasinya yang luar biasa," katanya.
Rizal diundang ke AS untuk menjadi pembicara dalam beberapa forum lembaga think tank di New York dan Washington. Selain itu, Rizal yang mantan penasihat ekonomi yang menurut survei IDM memiliki elektabilitas tertinggi ketiga sebagai capres setelah Jokowi dan Prabowo, akan bertemu dengan beberapa tokoh AS.
[dem]