Mereka adalah kolumnis dan analis bisnis senior Christianto Wibisono, seorang pegiat lingkungan dan social entrepreneur Silverius Oscar Unggul atau Onte, dan pendiri Museum Pustaka Peranakan Tionghoa Azmi Abubakar.
Azmi mengaku PSI telah menjadi pelabuhan baginya yang selama ini menghindari berorganisasi lewat jalur kepartaian.
Dia menilai PSI adalah rumah baru sekaligus harapan baru. Sebab, belum pernah dalam sejarah Republik Indonesia ada sebuah partai yang diinisiasi oleh anak muda dan belum tercemar politik yang kotor.
"Untuk itu, saya ingin masuk berjuang di dalamnya," kata putra Aceh ini kepada wartawan di kantor DPP PSI, Jakarta, Kamis (26/4).
Sementara itu, Onte mengaku pada tahun 2012, dia terjun menjadi calon wakil wali kota Kendari dari jalur independen. Saat itu, dia meras kesulitan dalam merebut kekuasaan tanpa didukung instrumen partai.
Dia kemudian memilih PSI karena partai ini memiliki slogan 'berpartai dalam kebajikan'. Menurutnya, dengan slogan ini PSI brrtekad membuat esensi politik tidak menjadi kotor.
"Setelah melihat PSI, kayaknya ini arena yang baik dan bersih. Mumpung ada arena yang bersih dan belum terkontamisasi, ayo kita jaga, kita masuk," kata Onte.
Sementara itu, Christianto menyatakan pada usia 73 tahun, ia ingin mewariskan apa yang masih bisa diingat dan sumbangkan untuk masyarakat.
"Wujudnya adalah partisipasi di PSI yang ketuanya malah lebih muda dari putri sulung saya," kata Christianto.
Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI) ini menambahkan akan mewariskan pengalaman bermasyarakat terutama dalam mengikuti kebijakan publik agar kita menatap masa depan Indonesia secara lebih optimis tapi tetap realistis.
Dalam kesempatan itu, Christianto menyumbangkan 86 hasil kajian PDBI yang bisa dimanfaatkan untuk seluruh kader PSI.
Menanggapi kehadiran tiga bacaleg ini, Ketua Umum PSI, Grace Natalie mengaku bersyukur. Dia juga mengajak kepada aktivis lain yang sepaham dengan garis politik PSI untuk turut bergabung.
"Sebagai kendaraan politik, PSI sudah jadi. Silakan dimanfaatkan," tukasnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: