Ulama Ponorogo Minta Khofifah Perhatikan Pesantren

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Minggu, 25 Maret 2018, 03:53 WIB
Ulama Ponorogo Minta Khofifah Perhatikan Pesantren
Khofifah Indar Parawansa/Net
rmol news logo Sejumlah ulama di Ponorogo meminta calon gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memperhatikan nasib kesejahteraan warga pesantren.

Harapan itu disampaikan saat Khofifah bersilaturrahmi bersama kiai dan ulama Ponorogo di Ponpes Sendang Drajat, Ponorogo, Sabtu (24/3)

"Harapan kami mudah-mudahan yang ada di Ponorogo diopeni (dirawat), fisiknya mulai dari bangunannya, guru-gurunya kesejahteraan kiainya. Mungkin Bosda (Bantuan Operasional Madrasah) dan sebagainya. Selama ini pesantren belum tersentuh Jawa Timur secara keseluruhan," ujar K.H. Marhaban Ahmad yang menjadi inisiator acara tersebut.

Menanggapi hal itu, Khofifah mengatakan pesantren adalah basis dari pembentuk kesadaran pancasila di masyarakat. Sehingga, membenahi infrastruktur dan menjamin kesejahteraan guru-guru pesantren adalah kewajiban.

"Pancasila pertama mengajak kita, peneguhan aspek-aspek spritiualitas dan religiusitas terbangun cukup kuat di pesantren-pesantren. Kalau infrastruktur bisa terbangun dengan baik. Saya rasa prosesnya akan lebih kualitatif dan representatif," ucap mantan Menteri Sosial itu.

Dalam safarinya, Khofifah mengatakan sudah menyiapkan strategi jitu untuk menjamin kesejahteraan guru-guru pesantren. Khofifah sudah menggagas penguatan peran pondok pesantren dalam mendorong partisipasi sekolah dan menyediakan beasiswa S2 khusus guru diniyah.

"Di dalam Nawa Bhakti Satya, kita sudah menyebut apakah Bosda Madin (Bantuan Operasional Madrasah Diniyyah) ataukah guru Madin, kita ingin meningkatkan, sampai dengan S2" pungkasnya. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA