Menkopolhukam Jenderal (Purn) Wiranto menjelaskan bahwa pemutaran film sejarah diperlukan bagi generasi penerus sebagai referensi menatap masa depan bangsa.
"Untuk memahami sejarah kebangsaan Indonesia secara utuh," dalam konferensi pers di kantornya, Minggu (24/9).
Atas alasan itu, Wiranto mengimbau kepada masyarakat untuk tidak berlebihan menanggapi ajakan nonton bareng pemutaran ulang film tersebut. Apalagi, hingga menimbulkan perselisihan.
"Kita tak perlu malu, marah atau kesal menonton film sejarah," terangnya.
Sementara menanggapi usulan Presiden Jokowi untuk membuat ulang film ini, Wiranto menjelaskan bahwa hal itu semata untuk menyesuaikan cara penyajian agar mudah dipahami oleh generasi milenial.
"Dan itu merupakan kebijakan yang rasional," tutupnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: