Effendi Simbolon Desak Pemda Sumut Cari Solusi Atasi Kemiskinan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Senin, 18 September 2017, 11:30 WIB
Effendi Simbolon Desak Pemda Sumut Cari Solusi Atasi Kemiskinan
Effendi Simbolon/Net
rmol news logo Pemerintah Sumatera Utara harus segera mencari solusi untuk mengatasi kemiskinan yang tinggi. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara mencatat, jumlah penduduk miskin di Sumut pada 2016 mencapai 1,455 juta jiwa.

Politisi PDIP Effendi MS Simbolon mengatakan ada beberapa faktor yang menjadi penyebab kemiskinan, antara lain lapangan kerja yang minim, tingkat pendidikan yang rendah, pembangunan yang belum merata di setiap daerah, dan korupsi.

Untuk itu, kata Effendi mendesak Pemda Sumut untuk segera menciptakan lapangan kerja baru yang bisa menyerap banyak tenaga kerja. Sehingga, pengangguran di setiap daerah dan angka kemiskinan juga berkurang.

"Menciptakan lapangan kerja tentunya juga bisa dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang enterpreneur. Ini bisa dilakukan melalui sosialisasi kepada angkatan kerja yang usianya masih muda. Sehingga, akan timbul enterpreneur muda yang menciptakan lapangan kerja nantinya, bukan pencari kerja," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (18/9).

Selain itu, Pemda Sumut juga harus dalam memberikan perhatian khusus kepada pendidikan masyarakat yang kurang mampu. Caranya, dengan memberikan beasiswa kepada pelajar kurang mampu.

"Mulai dari tingkat SD, SMP, SMA sederajat, bahkan sampai jenjang kuliah. Kebijakan yang diciptakan juga harus menyentuh kepada kepentingan masyarakat," ucap anggota Komisi I DPR RI itu.

Pemda Sumut juga harus memastikan pembangunan merata di setiap daerah. Mereka harus memastikan serapan dana desa benar-benar dimanfaatkan masyarakat untuk pembangunan desa.

"Sehingga bisa meningkatkan akses masyarakat miskin kepada pelayanan dasar, baik kesehatan, pendidikan, dan prasarana dasar," ucap Ketua Umum Punguan Simbolon Boruna Indonesia (PSBI) itu.

Simbolon melanjutkan, kemiskinan juga disebabkan masih adanya praktik korupsi. Karena, korupsi membuat layanan masyarakat tidak berjalan sebagaimana mestinya.

"Dan inilah yang membuat masyarakat tidak bisa menikmati hak mereka sebagai warga negara," pungkasnya. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA