"Kita gembira ya ketika pemimpin rukun," ujar Mardani usai acara diskusi di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (19/8).
Dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh mantan presiden dan wakil presiden serta para pimpinan lembaga negara itu, Megawati dan SBY bersalaman. Mardani menilai bahwa itu menunjukkan bahwa pemimpin bangsa kita memang sangat dewasa dalam berdemokrasi.
Selama ini, tidak sedikit publik menganggap bahwa presiden kelima dan keenam itu berseberangan bahkan bersitegang karena alasan politik. Mardani berharap dengan pertemuan mereka kemarin, hal itu tidak terjadi lagi.
"Dan jangan pernah, abis salaman berantem lagi," kata Mardani, anggota DPR ini.
Dia berharap pertemuan dan salaman antara kedua tokoh bangsa itu bisa dijadikan sebagai langkah awal rekonsiliasi dalam tujuan membangun bangsa. Bukan digunakan untuk kepentingan politik praktis. Untuk itu, dia mengajak seluruh publik Indonesia untuk ikut mengawasi.
"Kami ingin publik menilai kalau sudah sampai di tahap pimpinan negara jadilah negarawan. Jangan selalu ada udang di balik batu," imbaunya.
Ditegaskan Mardani lagi, bahwa pernyataannya itu bukanlah untuk maksut tertentu, melainkan dirinya hanya ingin bangsa ini tetap utuh.
"Bu Mega, sosok Pak Jokowi, Pak SBY, Pak Habibie. Itu orang-orang besar yang bisa memberikan inspirasi. Jadi jangan main ke
low level politic lagi, sudah
high level saja. Enggak usah ada yang tersembunyi," pungkasnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: