Menurut Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS, Amin Ak, berbagai sentimen yang berkembang di pasar, termasuk munculnya istilah “Sell Indonesia”, hendaknya dibaca sebagai masukan yang perlu dijawab dengan penguatan komunikasi kebijakan dan langkah-langkah strategis yang semakin mempertegas arah pembangunan ekonomi nasional.
“Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang cukup kuat, baik dari sisi pertumbuhan, sektor keuangan, maupun daya tahan terhadap berbagai gejolak global. Namun, dalam situasi ketidakpastian global yang masih tinggi, penguatan kepercayaan pasar tetap menjadi faktor penting yang perlu terus dijaga bersama,” ujarnya, Selasa, 9 Juni 2026.
Ia mengapresiasi berbagai upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Namun, upaya tersebut harus dibarengi dengan penguatan komunikasi secara lebih intensif kepada publik dan pelaku pasar mengenai arah kebijakan ekonomi, prioritas pembangunan, serta strategi menjaga keberlanjutan fiskal negara.
“Pasar pada dasarnya membutuhkan kepastian dan konsistensi. Oleh karena itu, penyampaian roadmap kebijakan ekonomi yang jelas akan membantu meningkatkan keyakinan investor sekaligus memperkuat optimisme terhadap prospek ekonomi Indonesia dalam jangka panjang,” bebernya.
Amin juga mendorong percepatan berbagai agenda reformasi ekonomi yang selama ini menjadi perhatian dunia usaha, mulai dari peningkatan kemudahan investasi, penguatan sektor industri nasional, pengembangan sumber daya manusia, hingga peningkatan daya saing ekonomi Indonesia di tingkat global.
Selain itu, menurutnya, sinergi yang kuat antara pemerintah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan, serta seluruh pemangku kepentingan ekonomi perlu terus diperkuat agar stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga.
BERITA TERKAIT: