Menurut Anggota Komisi VI DPR Fraksi PKS, Rahmat Saleh, pemerintah sebelumnya telah melakukan berbagai langkah agar harga BBM tidak segera mengalami penyesuaian meski terjadi tekanan akibat konflik geopolitik dan gangguan rantai pasok energi dunia.
"Kita juga harus memahami bahwa pemerintah sudah melakukan berbagi upaya untuk tidak menaikkan (BBM nonsubsidi)," kata Rahmat kepada
RMOL, Rabu 10 Juni 2026
Legislator PKS ini menjelaskan, kondisi global memaksa pemerintah melakukan penyesuaian kebijakan, termasuk terkait harga energi yang berpotensi memengaruhi berbagai sektor ekonomi.
"Nah, dan tentunya ini akan berdampak ke berbagai sektor komoditi terutama distribusi kemudian produksi juga akan terjadi kenaikan," ujar Saleh.
Rahmat berharap masyarakat dapat menggunakan BBM secara lebih bijak dan mulai melakukan penghematan untuk mengurangi beban akibat kenaikan harga energi.
"Pemerintah harus melakukan pengawasan terhadap BBM bersubsidi," pungkas Rahmat.
Per Rabu 10 Juni 2026, harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax (RON 92) tercatat naik menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300. Sementara Pertamax Green 95 mengalami kenaikan dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
BERITA TERKAIT: