"Pemerintah kelihatannya sedang memasang itu harga mati, sementara kami sebetulnya banyak bergerak. Kami awalannya nol persen, kemudian bergerak pada parlementary threshold disamakan," jelas Presiden PKS Sohibul Iman di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta (Minggu, 16/7).
Menurutnya, Fraksi PKS telah melakukan lobi politik dengan dua partai pro pemerintah yakni Partai Hanura dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Dari lobi tersebut, PKS sepakat jika presidential threshold menjadi 10 persen.
"Kita ikutilah 10 persen. Kita berharap pemerintah mau turun, kita sudah naik terus," ujar Sohibul.
Dia pun membeberkan alasan PKS menolak angka presidential threshold sebesar 20 persen. Menurut Sohibul, angka tersebut akan mendekati adanya calon tunggal. Dengan demikian, pilihan masyarakat akan terbatas pada calon presiden.
"Kecil peluang akan ada banyak calon, tentu ini tidak memuaskan bagi pilihan rakyat. Banyak pilihan itu makin baik," imbuhnya.
[wah]
BERITA TERKAIT: