Pengamat politik Citra Institute, Efriza menilai perombakan kabinet yang diyakini untuk memperbaiki kerja dan tata kelola kementerian/lembaga Presiden Prabowo menjadi percuma, apabila kepentingan masyarakat umum justru tidak begitu diperhatikan.
"Bahkan publik akan menganggap reshuffle terakhir Prabowo dengan menambah posisi Wamenko Pangan Hanif Faisol serasa percuma," ujar Efriza kepada
RMOL di Jakarta, Kamis, 14 Mei 2026.
Ketidakbecusan Zulhas dalam memastikan harga Minyakita terjangkau karena memang dihadirkan sebagai minyak goreng subsidi, justru akan memberikan dampak negatif terhadap pemerintahan Presiden Prabowo.
"Sayangnya pemerintah akan dianggap abai dalam kinerja, berupa kemampuan negara menjaga keterjangkauan harga dan distribusi kebutuhan pokok kepada masyarakat, serta melakukan pengawasan terhadap distribusi," tutur Efriza.
Magister ilmu politik Universitas Nasional (UNAS) itu meyakini, jika kebijakan tidak sensitif terus dihadirkan mska kondisi masyarakat bawah yang terdampak besar.
"Maka pemerintah akan dinilai gagal menghadirkan stabilitas harga kebutuhan pokok yang menjadi kebutuhan dasar rakyat,” tegasnya..
"Kegagalan Zulhas akan memengaruhi persepsi publik akan keberhasilan swasembada pangan Pemerintahan Prabowo, jadi kinerja Zulhas yang tak becus menghadirkan sentimen negatif masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo," demikian Efriza menambahkan.
BERITA TERKAIT: