Ketua KPU Arief Budiman menyatakan, dari 187 juta data pemilih dari tingkat kabupaten hingga provinsi, sebanyak 135 juta diantaranya sudah dipastikan tidak ganda alias tunggal.
"Jadi data itu sudah bersih. Kalau lihat di beberapa daerah, di beberapa tempat itu jumlah pemilihnya ada penurunan, nah penurunan itu sebetulnya bagian dari pembersihan," jelas Arief di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Jakarta (Selasa, 11/7).
Dia menambahkan, proses penyisiran data ganda dilakukan dengan mencocokkan data pemilih dengan KTP elektronik (e-KTP). Menurut Arief, sebelum ada KTP elektronik, beberapa kendala dihadapi KPU dalam pemutakhiran data pemilih. Salah satunya mencocokkan data pemilih antar kabupaten atau provinsi.
"Dulu di kabupaten itu dia tidak terdeteksi ganda dengan kabupaten lain atau ganda dengan provinsi lain, tapi dengan KTP elektronik kemungkinan adanya kehandalan bisa dicek secara nasional. Kalau dulu mungkin ceknya lokal di dalam kabupaten, di dalam pilkada gubernur di daerah itu saja, kalau sekarang dari kabupaten sampai provinsi pun bisa kita lakukan pengecekan," pungkasnya.
[wah]
BERITA TERKAIT: