"Kemudian pagi-pagi berangkat bersama ulama dan para tokoh masyarakat," kata Iwa Karniwa di kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat (Jumat, 7/7).
Iwa, yang didampingi sejumlah ulama dan tokoh masyarakat, diterima Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu (Bapilu) Bambang DH. Dan memang keputusan Iwa untuk maju sebagai bakal calon Gubernur Jabar bukan hanya kehendak sendiri, namun atas dorongan dari banyak masyarakat, termasuk para alim ulama di Jabar.
"Saya diminta oleh para ulama untuk maju. Makanya saya enggak bisa menolak. Dan yang saya pilih melalui PDIP,"ujarnya.
Iwa semakin mantap untuk maju sebagai bakal calon karena namanya masuk dalam survei popularitas dan elektabilitas bakal calon Gubernur Jabar. Misalnya dalam survei Program Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Dalam survei yang dilakukan pada 22 Mei-4 Juni 2017, terdapat lima bakal calon yang memiliki tingkat popularitas dan elektabilitas memadai untuk mencalonkan diri menjadi Gubernur Jawa Barat 2018. Yakni Deddy Mizwar, Ridwan Kamil, Dede Yusuf, Iwa Karniwa, dan Dedi Mulyadi.
"Terakhir survei saya nomor empat dan trendnya terus naik. Jadi memang kecenderungan itu juga yang membuat saya yakin bisa mengabdi kepada masyarakat nantinya," tegas Iwa.
Sementara itu, Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu (Bapilu) Bambang DH mengatakan, Iwa Karniwa datang mendaftar melalui jalur DPP PDIP dengan kekuatan besar, sehingga atas nama DPP PDIP pihaknya yakin kedatangan ini akan membawa manfaat bagi masyarakat Jabar.
Terkait mekanisme pencalonan, Bambang menjelaskan bahwa sebenarnya bisa saja melalui struktur kabupaten yakni DPC dan bisa juga melalui provinsi atau DPD. Namun karena di DPD Jabar sudah tertutup, maka memungkinkan melalui pintu DPP.
"Selain itu Iwa juga datang dengan kekuatan yang solid bersama alim ulama, gabungan pengusaha, tokoh adat, nelayan dan sejumlah paguyuban masyarakat. Maka kita doakan," jelas Bambang.
Dituturkan Bambang, sebenarnya ada beberapa calon yang terpanggil untuk mengabdi lewat pintu DPP PDIP dan tentunya semua mengikuti mekanisme yang sudah diatur secara kelembagaan. Pendaftaran di DPP sendiri akan dibuka sampai akhir Juli ini. Bambang mengingatkan bahwa salah satu acuan yang akan menentukan siapa yang akan diusung PDIP adalah sejauh mana penerimaan masyarakat dan tingkat keterpilihan terhadap sang calon.
"Karena itu saran saya kepada calon ya turunlah ke bawah meraih dukungan. Salah satu yang jadi acuan adalah tren kecenderungan survei penerimaan masyarakat. Malah survei kita lakukan bukan hanya orang perorang tapi juga paduan pasangan calon," jelasnya.
Selain itu, nantinya juga akan ada psikotest dan fit and proper test. Akan dilihat sejauh mana penguasaan wilayah, integritas, komitmen, leadership dan sebagainya.
[ysa]
BERITA TERKAIT: