“Al-Hajju Arafah, haji itu intinya wukuf di Arafah. Maka sebelum itu jangan memforsir tenaga,” kata Musyrif Dini sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, KH Abdullah Kafabihi Machrus, dikutip dari laman MUI, Kamis 14 Mei 2026.
Kiai Kafabihi mengingatkan agar jemaah tidak berlebihan dalam menjalankan ibadah sunnah seperti umrah berulang kali atau aktivitas lain yang dapat menguras energi.
Menurutnya, menjaga stamina menjadi kunci agar seluruh rangkaian rukun haji dapat dijalankan dengan sempurna.
Selain kesiapan fisik, ia juga menekankan pentingnya pemahaman hukum dalam beribadah. Peran pembimbing atau Musyrif Dini, kata dia, adalah memastikan setiap amalan memiliki dasar dalil yang jelas serta sesuai tuntunan.
“Perbedaan itu adalah rahmat, yang penting ibadah memiliki dasar hukum dan mengikuti arahan pembimbing,” kata Kiai Kafabihi
Lebih lanjut, dia menyoroti pentingnya menjaga akhlak selama berada di Tanah Suci. Jemaah Indonesia, menurutnya, selama ini dikenal memiliki etika dan perilaku yang baik sehingga menjadi citra positif di mata dunia.
“Adab, tutur kata, dan perilaku jemaah harus dijaga karena itu menjadi keharuman Indonesia,” pungkas Kiai Kafabihi.
BERITA TERKAIT: