Analis Geopolitik: Tiongkok Berpotensi sebagai Global Stabilizer

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/adityo-nugroho-1'>ADITYO NUGROHO</a>
LAPORAN: ADITYO NUGROHO
  • Kamis, 14 Mei 2026, 04:23 WIB
Analis Geopolitik: Tiongkok Berpotensi sebagai Global Stabilizer
Laksda TNI (Purn) Surya Wiranto. (Foto: Maritimnews.com)
rmol news logo Pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada 14-15 Mei 2026 menjadi titik penting transisi geopolitik global pasca-perang Iran. 

Analis geopolitik Laksda TNI (Purn) Surya Wiranto menyebut pertemuan itu makin meneguhkan posisi Tiongkok sebagai penjaga stabilitas dunia. 

“Dengan leverage ekonomi, hubungan erat dengan Iran, dan kepentingan menjaga stabilitas energi dunia, Tiongkok berpotensi memperkuat posisinya sebagai global stabilizer dalam arsitektur diplomasi internasional baru,” kata Surya dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu malam, 13 Mei 2026. 

Penasihat Indo-Pacific Strategic Intelligence (ISI) ini menyebut kedatangan Trump merupakan bentuk kekhawatiran terkait kebutuhan energi dalam negeri AS.  

“Washington datang ke Beijing dalam posisi tertekan akibat krisis energi, gangguan rantai pasok, dan tekanan domestik menjelang pemilu sela. 

Amerika Serikat kini membutuhkan pengaruh Tiongkok terhadap Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan menurunkan eskalasi kawasan,” jelasnya. 

Surya menyebut Tiongkok terbilang sukses dalam menjadi mediator untuk mewujudkan perdamaian dunia.
 
“Situasi ini menandai pergeseran dari American-led order menuju negotiated multipolarity, di mana Beijing tampil sebagai indispensable power sekaligus mediator strategis global,” pungkasnya. rmol news logo article 


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA