Begitu tegas Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Muhammad Rifai Darus dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Kamis (1/6).
"Sebagai rumusan final, Pancasila merupakan haluan ideologis yang sejatinya memerlukan implementasi praksis, laku hidup keseharian, di seluruh aspek kehidupan. Seperti kebangsaan, kenegaraan, dan kemasyarakatan," urainya.
Sebab itu, mendebatkan kembali relevansi Pancasila sebagai basis ideologis-selain menguras energi, bangsa Indonesia juga tidak akan pernah besar.
"Medan pertempuran sesungguhnya adalah bagaimana mengaktualisasikan Pancasila sebagai nilai dan basis moral yang secara intrinsik maupun ekstrinsik menjadi syiar kita sebagai bangsa besar ke penjuru dunia," tegas Rifai.
Untuk itu, di hari kelahiran Pancasila, 1 Juni, DPP KNPI mengimbau kepada pemerintah untuk kembali fokus menjalankan tugas dan tidak lagi terjebak ke dalam polemik atau isu-isu tentang khilafah Islam atau komunisme.
Misi utama pemerintah, sejatinya adalah mengimplementasikan Revolusi Mental tidak lagi dirasakan sebagai konsep yang (masih) jauh berada di atas langit.
"Mengingat secara faktual, banyak ketimpangan antara Revolusi Mental dengan aneka kasus yang mewarnai kehidupan kemasyarakatan maupun kebangsaan kita. Penilaian ini tentu saja tidak sebatas dalam aspek programatik semata, tetapi lebih jauh lagi pada krisis ketauladanan itu sendiri," tutupnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: