Wartawan Korsel Berharap Megawati Jadi Jembatan Utara Dan Selatan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Selasa, 30 Mei 2017, 23:51 WIB
Wartawan Korsel Berharap Megawati Jadi Jembatan Utara Dan Selatan
Megawati/Net
rmol news logo Presiden kelima Megawati Soekarnoputri memulai lawatannya di Pulau Jeju, Korea Selatan dengan berkunjung ke taman Bonsai "Spirited Garden", Selasa (30/5). Lawatan ini dilakukan mengingat Mega memiliki kebiasaan bercocok tanam dan berkebun sejak lama.

Di taman bonsai yang sudah berdiri sejak puluhan tahun ini, Megawati berbagi cerita dengan wartawan Korea Selatan bahwa dirinya memiliki ketertarikan kepada Korea Selatan dan Korea Utara.

"Saya punya keterikatan dengan Korea, baik Korea Selatan maupun Utara," ujar Megawati yang dinobatkan sebagai warga kehormatan Jeju pada tahun 2013 yang lalu.

Megawati yang sehari sebelumnya bertemu dengan Presiden Moon Jae-in menyampaikan kepada beberapa wartawan Korea Selatan bahwa Presiden Moon memintanya untuk menjembatani komunikasi dua Korea.

"Saya diminta Presiden Moon ke Korea Utara untuk membuka komunikasi dengan mereka," sambung Ketua Umum PDIP itu.

Mendengar uraian Mega tersebut, Wartawan Korean Cable TV (KCTV) yang mewawancarai Megawati kemudian menaruh harapan besar kepada Megawati.

"Saya percaya Ibu Megawati akan mampu menjalankan peran sebagai special envoy, komunikasi buruk selama sembilan tahun terakhir ini akan terjembatani lewat Ibu Mega," ujar Jyung-Hoon Lee yang bekerja sebagai wartawan bidang internasional selama 12 tahun terakhir.

Pernyataan Megawati ini dikuatkan anggota DPR Komisi III Herman Hery yang turut serta dalam pertemuan dengan Presiden Moon Jae-In, Senin (29/5/2017).

"Presiden Moon percaya bahwa persoalan politik Selatan dan Utara hanya bisa selesai dari pendekatan kemanusian. Segala blokade dan boikot tidak akan menyelesaikan persoalan. Harus berbicara dari hati ke hati" pungkas politisi asal NTT ini.

Herman menambahkan bahwa Presiden Moon sepakat dengan Megawati Sukarnoputri untuk tidak melibatkan Amerika Serikat terlalu dalam sebab akan mendapatkan resistensi besar dari Utara.

"Permintaan ibu direspon positif tetapi Moon juga berharap agar Utara tidak memprovokasi Selatan lewat rudal dan uji  coba nuklir" ujar Herman yang terpilih sebagai anggota DPR tiga periode terakhir.

Keinginan Presiden Moon Jae-in untuk menyatukan dua Korea, sebenarnya juga terlihat dari beberapa sesi yang akan digelar dalam Jeju Forum for Peace and Prosperity ke-12 yang akan digelar pada tgl 31 Mei-2 Juni 2017 di Pulau Jeju. Pembicaraan tentang keamanan regional di tengah peningkatan tensi politik Korea Selatan dan Utara akan dibicarakan Moon Chung-in, utusan khusus Presiden Moon Jae-in untuk urusan unifikasi. [ian]
Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA