Penilaian tersebut disampaikan oleh William, mahasiswa Doktoral Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada, sekaligus praktisi teknologi keuangan.
“Anthony Leong berhasil membawa diskusi ke level yang lebih strategis," ujar William, dalam keterangan tertulisnya, Kamis 28 Mei 2026.
Menurutnya, penampilan Anthony tidak hanya menyampaikan program teknis, tetapi mampu mengangkat fondasi pemikiran ekonomi yang kuat yang berorientasi jangka panjang, sesuai kebutuhan pengusaha muda dan generasi muda Indonesia secara umum.
"Dengan latar belakang pendidikannya sebagai seorang Doktor, ia mengangkat pemikiran begawan ekonomi Soemitro Djojohadikusumo," kata dia.
Kata dia, Anthony dinilai mampu mengoptimalkan pembangunan nasional berbasis industrialisasi dan penguatan kelas pengusaha nasional.
"Anthony Leong merupakan paket paling lengkap yang dibutuhkan Hipmi dan dunia usaha hari ini," kata dia.
Anthony masih kata dia, dinilai menjadi kandidat yang paling jelas dalam membaca tantangan Indonesia keluar dari jebakan middle income economy.
“Indonesia harus naik kelas menjadi pusat produksi, pusat inovasi, dan pemain utama dalam rantai ekonomi global," ujarnya.
Selama ini lanjut dia, Indonesia dinilai masih terlalu sering menjadi pasar bagi produk dan platform asing, di tengah potensi yang berlimpah, kapasitas produksi, inovasi, dan kepemilikan industri nasional belum berkembang optimal.
Dalam debat tersebut, Anthony Leong dinilai mampu menghubungkan visi pengusaha muda dengan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen yang menjadi arah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Narasi mengenai Ekonomi Pancasila sangat relevan dengan arah pembangunan ekonomi Presiden Prabowo,” ujar dia
Salah satu gagasan Anthony yang mendapat sorotan positif adalah pembentukan Youth Development Bank, yang diproyeksikan menjadi instrumen pembiayaan dan pengembangan bagi pengusaha muda agar memiliki akses permodalan, pendampingan, dan ekosistem bisnis yang lebih kuat.
BERITA TERKAIT: