Politisi PDI Perjuangan, Valens Daki-Soo muncul sebagai kandidat yang paling dikenal netizen atau pengguna media sosial.
"Secara umum, netizen mengenal kandidat dengan baik, bahkan ada kandidat mendapat persentase yang sangat tinggi, seperti Valens Daki-Soo dan Robert Marut,†papar jelas Direktur Lembaga Areopagus Indonesia Yanto Fulgenz dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi, Rabu (17/5).
Valens adalah mantan staf Duta Besar Keliling RI (urusan Timor Timur) FX Lopes da Cruz. Dia juga menjadi staf khusus Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad) era Letnan Jenderal Kiki Syahnakri. Valens pun aktif sebagai staf Komjen Pol (Purn) Gories Mere, tokoh antiteror dan pendiri Densus 88/Antiteror Polri yang kini menjadi Staf Khusus Presiden RI.
Sementara Marsekal Muda (Purn) Robert Marut adalah putra Manggarai Flores yang baru memasuki masa purnabhakti/pensiun dari dinasnya di TNI AU.
Dari survei yang dilakukan, menurut dia, pihaknya mencatat bahwa secara umum, 79, 9 persen netizen mengenal kandidat dengan baik melalui media sosial, maupun media massa.
"Pada umumnya netizen mengenal kandidat dari media sosial 21,4 persen, diikuti partai politik 15,6 persen, televisi 14,9 persen, dan koran 11,8 persen. Jadi intensitas kehadiran para kandidat di media-media ini mempengaruhi pengenalan dan pengetahuan netizen,†jelasnya.
Adapun survei Areopagus Indonesia menemukan 13 kandidat Gubernur NTT paling dominan di mata pemilih netizen yakni Boni Hargens, Benny K Harman, Raymundus Fernandes, Eston Foenay, Kristo Blasin, Ahok, Melky Lakalena, Andre Garu, Robert Marut, Marianus Sae, Valens Daki-Soo, Adinda Lebu Raya, Martin Dira Tome.
"Dari survei, 13 kandidat ini memiliki tingkat dominan di atas dua persen. Dari 45 nama, muncul 13 tokoh ini,†tambah Yanto.
Survei menggunakan metode non probability sampling, khususnya teknik sampling aksidental. Desain survei adalah cross sectional study. Metode pengumpulan data adalah kuisioner disebarkan kepada netizen yang berasal dari NTT melalui media sosial. Kuisioner tidak hanya dibagikan kepada perorangan, tetapi juga group-group media sosial netizen warga NTT.
Ada sekitar 436 responden yang terlibat dalam pengambilan sampel yang dilakukan sejak 23 April-13 Mei ini.
Areopagus Indonesia adalah lembaga kajian sosio-politik yang terkait kebijakan publik ataupun masyarakat berbasis rasionalitas dan penelitian ilmiah. Mereka memiliki visi menjadi lembaga penelitian, advokasi, dan analisis kebijakan sosial-politik serta lembaga pemberdayaan masyarakat yang kredibel, akuntabel, dan independen.
[sam]
BERITA TERKAIT: