Ketua Umum Pusat Studi Kebangsaan, Ahmad Hashif Ulwan menilai bahwa isi pernyataan Amien Rais lebih menitikberatkan pada serangan personal dibandingkan penyampaian gagasan yang substansial.
"Kami sangat menyayangkan jika ruang publik diisi oleh narasi yang minim gagasan dan tidak memberikan kontribusi konstruktif bagi bangsa," ujar Hashif kepada wartawan, Jumat 1 Mei 2026.
Menurutnya, kritik seharusnya menjadi sarana untuk memperkaya solusi, bukan sekadar membangun persepsi tanpa dasar yang jelas.
Ia menegaskan bahwa pernyataan yang beredar tersebut tidak menunjukkan kedalaman analisis maupun tawaran pemikiran yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.
“Jika diskursus publik terus bergerak ke arah personalisasi dan menjauh dari substansi, maka yang tergerus adalah kualitas demokrasi kita sendiri," tambahnya.
Dia mengingatkan bahwa narasi yang tidak berbasis fakta dan cenderung provokatif berpotensi menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.
"Publik berhak mendapatkan informasi yang mencerdaskan dan memperkuat persatuan," tandasnya.
Sebelumnya, Amien Rais dalam sebuah video yang beredar luas melontarkan kritik keras terhadap kedekatan antara Prabowo Subianto dan Teddy Indra Wijaya.
Dalam pernyataannya, Amien mengaitkan isu tersebut dengan aspek moralitas dan menyebutnya telah melampaui batas profesionalitas.
BERITA TERKAIT: